BNN Musnahkan Lagi Ganja, Sabu dan Ekstasi Jaringan Internasional

BNN Musnahkan Lagi Ganja, Sabu dan Ekstasi Jaringan Internasional

11 February 2016

BNN musnahkan narkoba di Garbage Plants Angkasa Pura II Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Rabu (10/2) Jakarta, indoleader--Ba...

Alumni Universitas Sudan Dorong Tingkatkan Hubungan RI-Sudan

Alumni Universitas Sudan Dorong Tingkatkan Hubungan RI-Sudan

09 February 2016

Abd Al-Rahim Jakarta-indoleader---Lebih dari  80 orang alumni universitas universita di Sudan yang datang dari berbagai daera...

Gramedia Serahkan 5.000 Buku untuk TurunTangan

Gramedia Serahkan 5.000 Buku untuk TurunTangan

06 February 2016

GM Gramedia Serahkan 400 buku untuk Rumah Belajar Rawamangun Jakarta, indoleader--Kompas Gramedia menyerahkan sumbangan 5.000 buk...

Humas Pemerintah Harus Bergerak Cepat

Humas Pemerintah Harus Bergerak Cepat

05 February 2016

Presiden pada pertemuan dengan humas Kementerian dan lembaga non kementerian, serta BUMN di Istana Negara, Kamis 4 Februari 20...

Koalisi Masela Serukan Dukungan Rakyat Maluku untuk Skema Terapung

Koalisi Masela Serukan Dukungan Rakyat Maluku untuk Skema Terapung

29 January 2016

Para aktivis Koalisi Masela di Kafe Tampayang Ambon (foto koalisi masela) JAKARTA - Koalisi Masela yang terdiri dari berbagai...

Disegel !!! Bangunan 3 lantai di kebon jeruk tetap beraktivitas

Disegel !!! Bangunan 3 lantai di kebon jeruk tetap beraktivitas

18 January 2016

Bangunan 3 lantai yang di segel sejak bulan desember 2015 Jakarta, indoleader--Bangunan 3 lantai yang di segel  sejak bulan desem...

Jasamarga lawan PK Mahkamah Agung

Jasamarga lawan PK Mahkamah Agung

15 January 2016

Mahkamah Agung Jakarta, indoleader--Musthafa Rachman warga  Jakarta Timur, terus berjuang untuk mencari keadilan. Perjuangann...

Pisah Sambut Kapolresta Bekasi di Hotel Santika

Pisah Sambut Kapolresta Bekasi di Hotel Santika

13 January 2016

Hotel Santika, Harapan Indah, Bekasi Barat, (10/1), didik Bekasi, indoleader--Pisah sambut Kapolresta Bekasi Kota di laksankan di...

Ultah 7 Tahun Mat Peci : Sungai  Ciliwung Pusaka Orang Jakarta

Ultah 7 Tahun Mat Peci : Sungai Ciliwung Pusaka Orang Jakarta

11 January 2016

MAT PECI Jakarta,indoleader Pagi  itu, hari Minggu (10/1) kawasan Sungai Ciliwung area Jembatan akses UI, Depok- Jakarta,  me...

Desak PT  Taeyung Garment  Penuhi Hak Pekerja

Desak PT Taeyung Garment Penuhi Hak Pekerja

05 January 2016

ilustrasi Jakarta, indoleader-- PT.  Taeyung Garment   di KBN Cakung  memperpanjang  daftar perusahaan Garment yang  tidak me...

Memotret Wajah Kaum Urban

Written byLINDA SATIBI
on 03 February 2016
Memotret Wajah Kaum Urban

cover   Kaum urban mengacu pada masyarakat kota modern yang bergerak dinamis. Jakarta, dengan segala dinamikanya menjadi contoh nyata pergulatan hidup kaum urban. Segala permasalahan ibukota berputar bagai lingkaran setan, namun tetap...

Sisi Menarik Buku Tentang Waktu

Written bySANDI ISWAHYUDI
on 01 June 2015
Sisi Menarik Buku Tentang Waktu

Bagi Anda yang suka dengan alur campuran, cinta, berlatar sejarah, konflik sosial/perang. Anda harus baca buku Tentang Waktu karya Tyas Effendi. Buku ini masuk di genre time traveler. Termasuk genre...

Menyelami Hidup Lewat #NasihatDiri

Written bySANDI ISWAHYUDI
on 05 May 2015
Menyelami Hidup Lewat #NasihatDiri

  “Buku ini akan mengubah pola pikir, sikap, dan perilaku seseorang. Buku ini: terdapat hikmah yang memberi banyak kesadaran, ada nasihat yang menusuk sukma, dan ada petuah agama yang yang dikemas...

                        

Bukan Dokumen BIN

Written byDATUAK ALAT TJUMANO
on 11 February 2016
Bukan Dokumen BIN

BIN Sebuah informasi telah diberitakan oleh media Fairfax di Australia  yang menyebutkan ada sebuah dokumen BIN yang bocor dan beredar di kalangan wartawan di Australia. Dokumen tersebut berisi informasi mendasar tentang sejumlah tokoh-tokoh yang di...

TIDAK PERLU PERCAYA KEPADA ABU BAKR AL BAGHDADI DAN ISIS

Written byADMIN
on 29 January 2016
TIDAK PERLU PERCAYA KEPADA ABU BAKR AL BAGHDADI DAN ISIS

Abu Bakr al Baghdadi Abu Bakr al Baghdadi lahir di Samarra, Irak pada 1971 dalam keluarga yang relijius. Sebelum invasi Amerika Serikat terhadap Irak, Baghdadi menerima gelar master dan doktor dari Universitas Islami Baghdad, di pinggiran Adhami...

REVISI UU TERORISME, PERLUKAH KEWENANGAN BIN DITAMBAH ?

Written byToas H
on 23 January 2016
REVISI UU TERORISME, PERLUKAH KEWENANGAN BIN DITAMBAH ?

Tagar Kami Tidak Takut di Twitter Pasca serangan tembakan dan bom di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, pada Kamis (14/1/2016), muncul desakan agar pemerintah dan DPR merevisi Undang-undang nomor 15 tahun 2003 tentang Terorisme. Pihak yang mendesak r...

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

 

Prabowo Subianto

Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo (lahir di Jakarta, 17 Oktober 1951; umur 58 tahun) adalah mantan Danjen Kopassus dan menantu dari mantan Presiden Indonesia Soeharto.

Prabowo adalah calon presiden dalam pemilu presiden Republik Indonesia 2009 dari Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA). Karena sejumlah kendala politik, akhirnya Prabowo bersedia menjadi calon wakil presiden Megawati Soekarnoputri. Pasangan Mega-Prabowo resmi diumumkan 15 Mei 2009.

Anak dari begawan ekonomi Indonesia, Soemitro Djojohadikusumo, ini menikah dengan Titiek Prabowo, anak Presiden Soeharto, akan tetapi bercerai setelah dicopot jabatannya oleh Presiden Habibie melalui mantan Pangab Wiranto karena keterlibatan oknum Kopassus dalam kasus penculikan sejumlah aktivis LSM dan pelanggaran HAM. Prabowo termasuk tokoh kontroversial di Indonesia.Pada tahun 1983, kala itu masih berpangkat Kapten, Prabowo diduga pernah mencoba melakukan upaya penculikan sejumlah petinggi militer, termasuk Jendral LB Moerdani, namun upaya ini digagalkan oleh Mayor Luhut Panjaitan, Komandan Den 81/Antiteror. Prabowo sendiri adalah wakil Luhut saat itu.


Pada tahun 1990-an, Prabowo terkait dengan sejumlah kasus pelanggaran HAM di Timor Timur. Pada tahun 1995, ia sempat menggerakkan pasukan ilegal yang melancarkan aksi teror ke warga sipil. Peristiwa ini membuat Prabowo nyaris baku hantam dengan Komandan Korem Timor Timur saat itu, Kolonel Inf Kiki Sjahnakrie, di kantor Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Adang Ruchiatna. Sejumlah lembaga internasional menuntut agar kasus ini dituntaskan. Menurut pakar Adnan Buyung Nasution, kasus ini belum selesai secara hukum karena belum pernah diadakan pemeriksaan menurut hukum pidana.

Pada tahun 1997, Prabowo diduga kuat mendalangi penculikan dan penghilangan paksa terhadap sejumlah aktivis pro-Reformasi. Setidaknya 14 orang, termasuk seniman 'Teater Rakyat' Widji Thukul, aktivis Herman Hendrawan, dan Petrus Bima masih hilang dan belum ditemukan hingga sekarang. Mereka diyakini sudah meninggal. Prabowo sendiri mengakui memerintahkan Tim Mawar untuk mengeksekusi operasi tersebut. Namun demikian, Prabowo belum diadili atas kasus tersebut hingga sekarang walau anggota Tim Mawar sudah dijebloskan ke penjara. Para korban dan keluarga korban juga sama sekali belum memaafkannya dan masih terus melanjutkan upaya hukum. Sebagian berupaya menuntut keadilan dengan mengadakan aksi 'diam hitam kamisan', aksi demonstrasi diam di depan Istana Negara setiap hari Kamis. Prabowo dan koleganya, Sjafrie Syamsuddin, juga tidak pernah memenuhi Panggilan Komnas HAM yang berusaha untuk mengusut kasus tersebut.

Di samping itu, Prabowo juga diduga kuat mendalangi Kerusuhan Mei 1998 berdasar temuan Tim Gabungan Pencari Fakta. Dugaan motifnya adalah untuk mendiskreditkan rivalnya Pangab Wiranto, untuk menyerang etnis minoritas, dan untuk mendapat simpati dan wewenang lebih dari Soeharto bila kelak ia mampu memadamkan Kerusuhan, yang mana ternyata ia gagal. Dia juga masih belum diadili atas kasus tersebut.

Juga pada Mei 1998, menurut kesaksian Presiden Habibie dan purnawirawan Sintong Panjaitan, Prabowo melakukan insubordinasi dan berupaya menggerakkan tentara ke Jakarta dan sekitar kediaman Habibie untuk kudeta. Karena insubordinasi tersebut ia diberhentikan dari posisinya sebagai Kostrad oleh Wiranto atas instruksi Habibie. Terkait masa-masa tersebut, Prabowo kemudian hari juga berpolemik dengan purnawirawan Jendral Wiranto.

Setelah Mei 1998, untuk menghindari tekanan dari Habibie terkait insubordinasi tersebut dan menghindari pengusutan hukum terkait kerusuhan Mei dan penculikan para aktivis, ia melarikan diri ke Yordania. Ia mendapat suaka politik dan status kewarganegaraan dari Abdullah II. Pangeran Abdullah II yang kemudian pada 1999 menjadi Raja Yordania adalah kawan Prabowo di sekolah militer. Prabowo kembali ke Indonesia pada 2001 setelah kekuatan Poros Tengah menggulingkan Presiden BJ Habibie dan momentum untuk mengusut kasus-kasus pelanggaran HAM Orde Baru mulai surut.

Di masa sekarang, partai yang menjadi mesin politiknya, Partai Gerindra, juga tak lepas dari kontroversi, di mana Wakil Ketua Umum partai itu yang juga rekan dekat Prabowo, Muchdi PR, sempat ditetapkan sebagai tersangka, dan diduga sebagai otak pembunuhan aktivis HAM Muni

Nama Lengkap:Prabowo Subianto

Lahir:Jakarta, 17 Oktober 1951

Agama: Islam

Pendidikan:

SMA: American School In London, U.K. (1969)

Akabri Darat Magelang (1970-1974)

Sekolah Staf Dan Komando TNI-AD

Kursus/Pelatihan:

Kursus Dasar Kecabangan Infanteri (1974)

Kursus Para Komando (1975)

Jump Master (1977)

Kursus Perwira Penyelidik (1977)

Free Fall (1981)

Counter Terorist Course Gsg-9 Germany (1981)

Special Forces Officer Course, Ft. Benning U.S.A. (1981)

Pekerjaan:

Perwira Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (1974 1998)

Wiraswasta


Jabatan:
Komandan Peleton Para Komando Group-1 Kopassandha (1976)
Komandan Kompi Para Komando Group-1 Kopassandha (1977)
Wakil Komandan Detasemen81 Kopassus (1983-1985)
Wakil Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad (1985-1987)
Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad (1987-1991)
Kepala Staf Brigade Infanteri Lintas Udara 17/Kujang I/Kostrad (1991-1993)
Komandan Group-3/Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (1993-1995)
Wakil Komandan Komando Pasukan Khusus (1994)
Komandan Komando Pasukan Khusus (1995-1996)
Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (1996-1998)
Panglima Komando Cadangan Strategi TNI Angkatan Darat (1998)
Komandan Sekolah Staf Dan Komando ABRI (1998)

Jabatan Sekarang:
= Ketua Umum HKTI periode 2004-2009
= Komisaris Perusahaan Migas Karazanbasmunai di Kazakhstan
= President Dan Ceo PT Tidar Kerinci Agung (Perusahaan Produksi Minyak Kelapa Sawit), Jakarta, Indonesia
= President Dan Ceo PT Nusantara Energy (Migas, Pertambangan, Pertanian, Kehutanan Dan Pulp) Jakarta, Indonesia
= President Dan Ceo PT Jaladri Nusantara (Perusahaan Perikanan) Jakarta, Indonesia

Tanda Jasa/Penghargaan:
= Bintang Kartika Eka Paksi Nararya (Prestasi)
= Satya Lencana Kesetiaan Xvi Tahun
= Satya Lencana Seroja Ulangan–Iii
= Satya Lencana Raksaka Dharma
= Satya Lencana Dwija Sistha
= Satya Lencana Wira Karya
= The First Class The Padin Medal Ops Honor Dari Kamboja
= Bintang Yudha Dharma Nararya

Keterangan Lain:
Keanggotaan Dalam Organisasi Politik
Dewan Penasihat Organisasi Kosgoro
Keanggotaan Dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
Ketua Yayasan Pendidikan Kebangsaan
(Universitas Kebangsaan)
Ketua Majelis Perhimpunan Keluarga Mahasiswa Dan Alumni Supersemar
Pendiri Koperasi Swadesi Indonesia (Ksi) Dengan 14 Cabang Di 4 Provinsi di Indonesia
- Ketua Yayasan 25 Januari
Ketua Umum PB Ikatan Pencaksilat Seluruh Indonesia (IPSI)

Alamat:
NUSANTARA ENERGY GROUP
Menara Bidakara 9th Floor
Jl. Gatot Subroto kav. 71-73
Jakarta 12870 Indonesia

Tel : +62 (0)21 8379 3250
Fax : +62 (0)21 8379 3253

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Website : www.prabowosubianto.com

DPP PARTAI GERINDRA
Jl. Brawijaya IX No.1 , Kebayoran Baru
Jakarta Selatan, Jakarta 12160
INDONESIA