Longsor Banjarnegara Total 93 Korban Jiwa Berhasil Dievakuasi

Longsor Banjarnegara Total 93 Korban Jiwa Berhasil Dievakuasi

21 December 2014

  Pencarian dan Evakuasi Korban Longsor Banjarnegara(20/12-MUH/GRI)   Banjarnegara indoleader - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, menjelaskan operasi penanganan darurat pencarian dan evakuasi jenazah korban tanah longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, yang berlangsung sejak 13 Desember telah ditangani dengan baik. "Pelayanan pengungsi dan persiapan...

Langkah Kemenag Rajut Keharmonisan Umat Beragama

Langkah Kemenag Rajut Keharmonisan Umat Beragama

19 December 2014

Seminar Nasional “Perlindungan Pemerintah Terhadap Pemeluk Agama,” di Auditorium KH. M. Rasjidi Kementerian Agama RI, Jl. M.H. Thamrin, Jakarta Pusat. Jakarta indoleader-Kasus kekerasan atas nama agama dan keyakinan pada tahun 2013 menurut SETARA Institute mencapai 222 peristiwa dengan 292 bentuk tindakan yang tersebar di 20 Provinsi. Dari seluruh kasus tersebut terdapat...

Ini Sambutan Jokowi dalam  HUT ANTARA

Ini Sambutan Jokowi dalam HUT ANTARA

19 December 2014

Joko Widodo Jakarta, indoleader- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara di Wisma ANTARA, Jalan Medan Merdeka Selatan 17, Jakarta, Kamis malam. Dalam acara tersebut, Presiden Jokowi berpesan agar Antara senantiasa menebarkan optimisme pada masyarakat dan tidak sekedar mengikuti selera pasar. "Saat...

Menunggu 8 tahun, Pemerintah Talangi Rp781 miliar untuk Korban Lapindo

Menunggu 8 tahun, Pemerintah Talangi Rp781 miliar untuk Korban Lapindo

19 December 2014

Lumpur Lapindo Jakarta, indoleader- Laksana menunggu godot, pemerintah akhirnya menalangi kewajiban PT Minarak Lapindo Jaya sebesar Rp 781 miliar dalam proses ganti rugi tanah korban semburan lumpur di dalam area terdampak. Hal ini diputuskan setelah Lapindo menyatakan tak lagi mampu membayar. Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengungkapkan alasan pemerintah yang akhirnya turun tangan...

  Fusi Intelejen Singkirkan Ego Kompartemen

Fusi Intelejen Singkirkan Ego Kompartemen

18 December 2014

Dialog Fusi Intelijen yang diselenggarakan Unit Ventura Pascasarjana Universitas Indonesia, Rabu, (17/12) di Kampus UI Salemba, Jakarta Jakarta, indoleader- Serangkaian kegagalan intelejen tampak dalam peristiwai longsor di Banjarnegara dan kebakaran hutan di Riau. Kita gagal memaknai informasi sebagai bahan pengambil keputusan. Informasi data intelijen yang dimiliki masing-masing lembaga belum terkoordinasi dan...

Longsor Banjarnegara Pencarian Korban  Sementara Dihentikan

Longsor Banjarnegara Pencarian Korban Sementara Dihentikan

16 December 2014

Presiden Jokowi Saat Meninjau langsung proses pencarian koban longsor di banjarnegara Banjarnegara indoleader- Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, menyampaikan  akibat hujan dan kondisi cuaca tidak mendukung maka operasi pencarian korban longsor di Banjarnegara Jawa Tengah dihentikan sementara pada Senin (15/12/2014) pukul 15.30 WIB. Sebanyak 51 korban tewas...

Lagi BNN Musnahkah Sabu 161. 299,76 gram

Lagi BNN Musnahkah Sabu 161. 299,76 gram

15 December 2014

Badan Narkotika Nasional Jakarta, indoleader  – Setelah memusnahkan 8 Ton ganja beberapa waktu lalu, Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali melakukan pemusnahan dengan jumlah barang bukti, pemusnahan barang bukti Narkotika yang ke-26 ini, BNN memusnahkan 161.299,67 gram sabu yang merupakan hasil pengungkapan 3 (tiga) kasus berbeda dengan melibatkan 8 (delapan) orang tersangka...

Survei Menginginkan Tokoh Muda Memimpin Partai

Survei Menginginkan Tokoh Muda Memimpin Partai

15 December 2014

 Jakarta, indoleader- Regenerasi kepemimpinan partai politik dinilai penting, bahkan hasil survei Cyrus Network menyebutkan masyarakat menginginkan tokoh-tokoh muda diberikan kesempatan memimpin partai politik. "Tokoh-tokoh senior seperti Megawati Soekarnoputri dan Aburizal Bakrie perlu memberikan kesempatan kepada tokoh muda untuk memimpin partainya," kata CEO lembaga riset Cyrus Network Hasan Nasbi saat memaparkan hasil...

Yayasan Kaki Deklarasikan Forum- Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat  ( F-PIKM)  di Depok

Yayasan Kaki Deklarasikan Forum- Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat ( F-PIKM) di Depok

14 December 2014

Depok Indoleader-Penyebaran HIV AIDS di kota Depok yang setiap tahunnya meningkat, dan belum terpecahkannya fenomena gunung es dalam program penanggulangan HIV AIDS  yang dijalankan selama ini, dimata Yayasan KAKI dan para kader dipandang perlu  untuk memaksimalkan Peran Masyarakat.  Atas kesadaran tersebut maka Kader-kader Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat (PIKM) Depok ,...

Jakarta, Indoleader- Agus Supriyanto, lelaki lajang asal Sragen 44 tahun silam. Sosok lelaki bersahaja.Meski belum genap setahun menjadi  Kepala Sekolah Alternatif Anak Jalanan  (SAAJA)  dengan fasih bercerita tentang anak anak  SAAJA.

 

Keiza, mewarnai gambar gajahnya bagus ya, kata Agus yang akrab disapa ayah seraya menunjuk gambar gajah yang berwarna merah.  Badan gajah berwarna merah ya,€tanya  pada Keiza. Enggak,” jawab Keiza. Sesaat Keiza menerawang membandingkan imajinasinya gajah berwarna merah dengan gajah yang dilihatnya di Kebun Binatang Ragunan berwarna hitam.

Ayah, ini  gambar aku,kata Febri sambil menunjukan gambar gajah yang berwarna  warni percis pelangi. €œ Bagus, pelangi itu indah, kata  Agus.  Bagi Agus, yang dikerjakan dan dibuat anak  anak adalah bagus tidak ada kata jelek.  Kata bagus adalah kunci membentuk karakter  anak senantiasa berpikir positif dan percaya diri, jawab Agus saat ditanya mengapa kerap mengatakan bagus.

Menurut Agus, Setiap anak adalah special karena itu mesti diperlakukan special. Perlakuan special dan penuh perhatian pada anak membuat mereka tumbuh jadi anak yang special. Apalagi beberapa anak tidak tumbuh pada lingkungan dan keluarga yang sehat. Ini problem perkotaan, tambah Agus menunjuk persoalan besar kota Jakarta untuk menyediakan akses pendidikan bagi masyrakat tidak mampu.

Agus tidak sendiri dalam mengelola SAAJA, sebutlah beberapa guru, Keke, Kiki dan Eka. €œMereka adalah kawan kerja yang baik, meski  tantangannya segunung, kata Keke salah seorang guru yang hobi naik gunung.


Asyik aja ngelola SAAJA,kata Eka nimbrung percakapan. Disela sela waktu kerjanya sebagai jasa kurir, Eka menyempatkan mengajar anak anak SAAJA. Kenapa kita solid, kata Eka dengan nada bertanya. €œ Karena kita telah terbentuk sebagai sebuah Tim Kerja selama bertahun tahun dalam  LSM Pangan  untuk Rakyat Miskin (PARAM) sebagai cikal bakal SAAJA  seraya menunjuk beberapa nama, Indri, Lutfan, Helmy dan Budi. €Kami dididik dalam Param oleh almarhum Farid Faqih, kata Eka dengan mata menerawang seolah Bang Farid  biasa mereka memanggil- tengah berdiri bersama mereka.Rasanya rindu kalau tidak menyempatkan berkumpul di SAAJA. Disini tempat saya menemukan semangat pengabdian, tambah Helmy yang saat ini bekerja pada perusahaan tambang.

Kini SAAJA punya  2 relawan guru tetap dan 2 relawan guru tidak tetap, dengan mengasuh 38 murid,” kata Kiki yang berjilbab nyeletuk di tengah percakapan. 

Agus menceritakan asal muasal Sekolah Alternatif Anak Jalanan (SAAJA) berdiri, awalnya Param telah mendirikan Sekolah untuk Rakyat Miskin (SRM)  sejak bulan Maret tahun 2000. Berlokasi diperkampungan kumuh tepatnya di Pengarengan, Pedongkelan Jakarta Timur. Dalam perjalanannya SRM berganti nama menjadi SAJA (Sekolah Anak Jalanan).

Bulan Mei tahun 2000, SRM diresmikan oleh Mulyana W. Kusumah proses belajar pun berjalan baik. Malang tak dapat ditolak, akhir tahun 2000 terjadi kebakaran yang menghanguskan 500 rumah warga, termasuk tempat belajar SRM, hangus tinggal puing.

Proses belajar tidak berhenti sekalipun sekolah ikut terbakar. Kegiatan belajar tetap berjalan dengan memanfaatkan lapangan terbuka di tepi danau Pedongkelan,” timpal Indri.

Agus menerangkan, tahun 2001, LSM Param menyewa sebidang tanah berlokasi di Pengarengan, dan membangun tempat sekolah semi permanen. Seiring menempati  bangunan baru sebagai tempat belajar, nama SRM diganti dengan Sekolah Anak Jalanan (SAJA). SAJA diresmikan oleh Dirjen Dikdasmen Depdiknas, Prof. Dr. Indra Djati Sidi. Waktu itu , Alm. Farid Faqih (Koordinator LSM Pangan untuk Rakyat Miskin Param) mengembangkan SAJA dengan mendirikan SAAJA di kawasan Kuningan. Tahun Oktober 2002  pengembangan pendidikan untuk rakyat kurang mampu, LSM Param  membuka sekolah setingkat TK di daerah Jl. H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta selatan dengan nama Sekolah Alternatif Anak Jalanan (SAAJA).

Sejak wafatnya Alm. H. Ahmad Farid Faqih pada tahun 2011manajemen SAAJA diteruskan oleh Istri Almarhum ristina Ratih Farid sebagai Pembina merangkap Kepala Sekolah SAAJA. Peninggalan alamarhum yang paling berharga adalah SAAJA. Laksana amanah, SAAJA tempat menyemai generasi yang lebih baik. Mereka tidak boleh terhambat karena tidak ada biaya atau karenaanak jalanan, kata Ratih Farid yang mendedikasikan rumah inventarisnya untuk  menjadi sekretariat Komite Independen  Pemantau Pemilu (KIPP) dan Goverment  Watch (GOWA).

Saya berpandangan SAAJA harus dilanjutkan oleh kaum muda. Terpilihnya Agus Supriyanto  adalah sebagai  kepala Sekolah adalah cara melanjutkan cita – cita Farid Faqih,”  tandas Ratih Farid.

Berkaca pada pengalaman dan realita yang ditemukan selama bergaul dengan anak jalanan, Ratih berpendapat solusi yang paling tepat untuk membantu memperbaiki nasib mereka adalah melalui pendidikan dan pemberdayaan pada anak jalanan. "Kuncinya adalah pendidikan dan pemberdayaan. Mereka harus diselamatkan, siapa lagi kalau bukan kita," ujar Ratih.

Agus menambahkan, akses pendidikan yang sulit bagi masyarakat miskin dan  anak jalanan sejatinya bisa muncul di mana-mana. Tak hanya di kota besar tapi di kota kecilpun ada. Persoalan ini sebenarnya merupakan masalah bersama, pemerintah dan masyarakat, yang harus dicarikan solusinya bersama-sama. Harapan agar masyarakat bias memunculkan lebih banyak lagi kegiatan-kegiatan pembinaan sejenis, terutama yang berorientasi penumbuhan kreatifitas.

Jangan dikira ide selangit itu tidak tumbuh dalam gedung mewah dengan fasilitas yang mumpuni. Ide itu tumbuh dalam sekolah SAAJA , berukuran 6 x 20 M sekolah SAAJA beratap rumbia bertiang bambu,dengan lantai tanah beralas plastik. Jika hujan tempias airnya menggenang dalam ruang kelas. “ Itu salah satu tiang bambu penyangga ruangan tampak  doyong,” ujar staf perawatan SAAJA , Tri sambil menunjuk salah satu tiang yang mulai rapuh dimakan usia.

Ironi jika dibandingkan tak lebih jaraknya dari selemparan batu, berdiri beberapa gedung jangkung. Meski sekolahnya begini,€ kata salah seorang orang tua murid Mamah Putri. Disini anak  anak mendapat pendidikan yang pantes. Udah banyak anak  anak keluaran sekolah SAAJA  berprestasi  saat masuk SD,tukas Mamah Putri,  yang bersama orang tua murid lainnya tengah membuat bunga dari sedotan plastik.  Baru ini yang bisa kita bantu, kata Mamah Keiza seraya menunjuk buah tangannya bunga plastik dari sedotan.

Penghujung percakapan, kedepan SAAJA  berencana meningkatkan kapasitas sebagai rumah bermain bagi anak anak Jakarta untuk menemukan bakat dan masa depan mereka. Tugas kita adalah memfasilitasi agar mereka tumbuh dengan tumbuh dengan baik. Sepantasnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memfasilitasi harapan dan semangat ini. Kami juga mengundang masyarakat untuk turut berperan, pungkas Agus. (gun)