KETAKUTAN BARAT TERHADAP ISLAM

KETAKUTAN BARAT TERHADAP ISLAM DAN HAL YANG HARUS DI SADARI DAN DI PERBAIKI OLEH KITA SEBAGAI UMAT ISLAM

Di susun Oleh Habib Husain Ali Alhabsyi

Peradaban pada masa kini sangat mengagumkan dan menggiurkan, baik peradaban yang dilakukan atau yang berorientasi pada islam maupun yang berkecimpung dalam kehidupan barat, perkembangan peradaban telah menghasilkan berbagai pencapaian dan dampak pada berbagai segi sendi kehidupan yang pada akhirnya sampai pada cara pandangan dan kepribadian dalam kehidupan masyarakat pada umat manusia. Peradaban antara barat dan islam, telah ada sejak lama, dan masing-masing selalu bersaing untuk memajukan serta mengembangkan peradaban itu pada seluruh penjuru dunia agar selalu bertahan dalam tantangan masa depan peradaban yang semakin sengit.

Dunia barat, sungguh khuwatir akan perkembangan peradaban islam, sebagai salah satu peradaban yang paling berpengauh dalam catatan sejarah, dimana islam pernah meraih serta mencapai puncak kejayaannya pada masa itu yang sering disebut sebagai abad pertengahan atau masa ke-emasan islam. sedangkan barat dalam kondisi yang sungguh memperhatinkan, yang sering disebut sebagai masa kelam dunia barat. Mereka pada waktu itu dalam kondisi serbah ketinggalan, baik di bidang peradaban dan lebih-lebih bidang ilmu pengetahuan, sedngkan islam telah banyak mempelajari berbagai disiplin ilmu serta serta mengembangkannya dengan sangat cepat, sehingga menghasilkan sesuatu yang luar biasa, yang belum pernah dicapai oleh semua peradaban sebelumnya, dan pada akhirnya pencapaian ini berdampak pada peradaan islam yang cemerlang. Inilah sebenarnya yang menjadi kekhwatiran barat terhadap dunia islam, karena mereka takut akan terjadi apa yang telah terjadi pada diri mereka pada masa lalu, dan berusaha sekuat tenaga dan perbagai upaya untuk mempertahankan peradaban mereka yang lebih maju dibanding islam pada masa kini. Walaupun sebenarnya, ini merupakan sesuatu yang tidak beralasan dan tidak rasional. Tetapi pada kenyataannya memang demikian adanya yang terjadi didalam peradaban barat saat ini.

Islam memang pernah mencapai masa kejayaannya dan meraih peradaban yang luar biasa, sehingga dianggap salah satu peradaban yang berkembang paling pesat dan berpengaruh dalam perkembangan peradaban umat manusia. Tetapi islam sekarang harus sadar dan bangkit dalam ketertinggalannya terhadap dunia barat, islam tidak melarang untuk mengingat dan mengenang masa lalu yang menjadi kejayaan islam, tetapi islam sekarang jangan hanya bisa menjadi penonton, dan hanya bernostalgia pada masa lalunya. yang perlu diingat dan disadari oleh umat islam saat ini ialah bahawa islam telah ketinggalan dengan dunia barat.

Peradaban islam saat ini, memang secara jujur dan sadar sungguh memperhatinkan, hal inilah yang membuat saya berpikir sejenak tentang islam. Sebenarnya, yang membuat keadaaan islam saat ini, sama dengan kejadian islam pada masa lalu, permasalahannya ada dalam islam itu sendiri. Sebenarnya kekalahan peradaban islam terhadap barat, bukan karena kehebatan barat lebih baik atau lebih unggul dari islam, bukan juga pikiran barat lebih berlian, tetapi itu semua berawal dari perselisihan dalam islam itu sendiri. Mari kita lihat pada masa kejayaan islam pada masa itu, islam sangat kuat, kokoh, dan lebih maju peradabannya dibanding barat. Barat tidak mampu sedikitpun menggoyah kekuatan islam. Barat tidak segarispun dapat melewati kemajuan peradaban islam. Dan pada akhirnya islam membuat kesalahan sendiri yang terjadi dalam internal islam.

Permasalahan yang terjadi di internal islam, membuat kesibukan yang tak pernah henti dalam islam, sehingga berdampak pada peradaban islam. Dan dapat dipahami sekarang, bahwa kesibukan islam itu telah membuat kemajuan secara otomatis bagi barat, maka untuk mengejar ketertinggalan umat islam terhadap barat saat ini, kita tidak perlu membenci peradaban barat atau berambisi mengalahkan barat, karena kalau kita sudah mampu menyelesaikan permasalahan yang ada dalam internal islam, maka secara otomatis kita umat islam akan dengan sendirinya mencapai kejayaan kembali seperti yang pernah kita raih pada masa lalu. Tetapi kalau kita belum bisa mencari solusi atau jalan keluar dari permasalahan yang ada dalam internal islam, maka kita tidak akan pernah bisa melebihi peradaban barat. Kita harus bersatu dan saling mendukung, bukan seperti selama ini yang hanya berjalan sendiri-sendiri atau kelompok tertentu yang mengaku paling hebat dan paling benar.

Dari sedikit uraian diatas, maka kita dapat mengetahui bagaimana peran penting orang-orang islam sendiri terhadap sesama umatnya, yang bisa menjadi suatu kekuatan yang luar biasa jika umat muslimin bersatu dan saaling mendukung. Walaupun harus kita akui banyak sekali persoalan yang harus diselesaikan umat islam saat ini.

Sebagaimana yang kita ketahui bersama umat islam merupakan salah satu umat terbesar yang ada di dunia ini, tidak diragukan lagi jumlah umat muslim saat ini sudah lebih dari sepertiga penduduk dunia, hampir setiap negara mempunyai umat muslim didalamnya. Kita sebagai bangsa Indonesia yang menganut agama islam dan sebagai umat islam yang terbesar dunia, tidak salah kalau kita ikut bangga dengan ini semua. Tapi sayang, dari jumlah yang sangat besar itu hanya beberapa persen yang benar-benar memahami dan mengerti tentang islam. Dan kebanyakan karena islam doktren atau islam keturunan. Akibat ini semua, sebagai dampak dari kurangnya serta dangkalnya pemahaman tentang islam yang benar, banyak yang melakukan berbagai kejahatan sosial atas nama agama islam. Ada yang melakukan pengeboman dipusat keramaian atas nama jihad, melakukan kekerasan serta penyiksaan atas nama keadilan, ada yang hanya duduk dekat masjid sembari bermalasan dan mengharapkan rasa kasihan dari orang lain padahal islam menganjurkan lebih baik memberi daripada meminta atau tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah, dan masih banyak lagi yang lainnya. Padahal islam tidak pernah mengajarkan kejahatan atau kekejian, bahkan islam sangat melarang dan menentang itu semua. Inilah sedikit contoh dari sekian banyak kejahatan atau kesalahan yang dilakukan atasnama islam.

Kondisi umat islam saat ini sungguh memperhatinkan, seperti kita lihat diberbagai media, baik media elektronik maupun media cetak, tampaknya umat muslim saat ini senang bertikai dan bermusuhan antar sesama muslim sendiri. Berbagai umat islam dengan mengatasnamkan kelompok atau aliran, begitu agrisif dan beringas. Satu sama lain saling bermusuhan dan saling membenci satu sama lain. Umat islam saat ini bagai kucing dan anjing yang saling berebut makanan, seperti elang yang siap mencengkram mangsanya, seperti harimau dan singa yang saling berebut kekuasaan. Dari berbagai sudut dapat dilihat manusia-manusia yang beringas, baik dinegara arab, negara islam, maupun di negara lainnya yang menganut agama islam. Pertikaian dan peselisihan ini disebabkan oleh berbagai latarbelakang, ada karena berbeda mazhab, berbeda cara pandang, berbeda cara beribadah kepada allah, sehingga kita sering mendengar kata-kata yang tidak pantas keluar dasi seorang muslim, baik kata yang berupa cacian, makian, cemoohan, hasutan, maupun kata-kata yang mengkafirkan saudaranya sendiri. Hal inilah salah satu yang sangat disesalkan dari orang-orang yang mengaku sebagai beragama islam. Kalau benar ia sebagai oramg muslim yang baik, pasti kata-kata itu tidak akan mungkin keluar dari mulutnya dan tidak akan pantas ia ucapkan.

Semestinya umat islam saat ini, harus menyadari akan pentingnya persatuan antar saudara, saat ini bukan lagi untuk bertikai atau berselisih paham, sekarang ini waktunya untuk saling berganding tangan dan saling menjalin hubungan ukhwah islamiyah.

Kecintaan kaum muslimin terhadap kegemerlapan dunia yang berlebihan telah tumbuh subur sejak awal islam, artinya sudah cukup lama penyakit ini menghinggapi kaum muslimin. Kecintaan yang berlebihan terhadap dunia inilah yang membuat kemunduran peradaban islam. Kalau kita baca dalam sejarah peradaban islam, kita akan temui bahwa pernah dalam suatu peperangan melawan suku kafir quraiys, ketika kaum muslimin hampir menang dan melihat harta yang sangat banyak, lalu kaum muslimin terpikat pada harta itu, padahal Nabi tidak menyuruh mengambil harta itu, lebih celakah lagi harta itu sebagai tipuan kaum kafir quraiys, sehingga ketika kaum muslimin sedang asyik dan hanyut dalam hamparan harta itu, tiba- tiba kaum kafir quraiys melakukan serangan terhadap kaum muslimin, dan pada akhirnya kaum muslimin mengalami kekalahan akibat terlalu cinta harta dunia dan mengabaikan perintah Nabi saw.

Kaum muslimin sekarang hampir tidak ada bedanya dengan kisah diatas, terlalu cinta dengan kehidupan dunia. Mereka lakukan dengan berbagai cara untuk mendapatkan harta kekayaan, tidak lagi memandang halal haram, baik buruk, merugikan atau menguntungkan orang lain, mereka beranggapan yang penting punya harta, kaya, dan punya kedudukan. Maka tidak jarang kalau kita temui para pejabat yang muslim melakuan shalat jum’at, membayar zakat, naik haji dan ritual-ritual ibadah lainnya, tapi mereka disatu sisi dan dilain kesempatan melakukan korupsi, memeras dan sebagainya yang semua itu dilarang dan tidak pernah dianjurkan sedikitpun oleh islam. Inilah realitas yang terjadi pada masyarakat muslim saat ini. Islam tidak pernah melarang umatnya untuk memiliki harta banyak, kedudukan yang tinggi, tapi itu semua harus didapat dengan cara yang diajarkan oleh islam. Ingat, selama umat islam masih terlalu cinta dunia dan mengabaikan ajaran agama, maka umat islam tidak akan pernah maju, dan peradaban islam tidak akan berkembang kecuali hanya seperti selama ini.

Belakangan ini banyak kejadian-kejadian atau tindak kejahatan yng dilakukan oleh oknum-oknum yang mengaku sebagai islam. Misalnya yang sekarang lagi hebohnya tentang terorisme. Islam menjadi sasaran tuduhan dunia barat, islam dianggap sebagai teroris, maka tidak jarang kalau didunia barat pada umumnya selalu mencurigai orang-orang yang berjubah atau berjenggot panjang sebagai teroris. Memang tidak bisa dipungkiri, bahwa ada orang-orang yang mengakui sebagai muslim, lalu melakukan bom bunuh diri dipusat keramaian, menghancurkan gedung, menembak dengan membabi buta, dan semua itu mereka katakan sebagai jihad fi sabilillah, atau jihad di jalan Allah. Padahal islam tidak pernah mengajarkan tindakan itu, bahkan melarang keras perbuatan dan tindakan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab itu.

Para orang-orang barat atau negara barat pada umumnya masih menganggap islam sebagai agama yang suka dengan kekerasan, agama yang meniru-niru, dan agama yang hanya mengurusi dan sibuk dengan ibadah ritual belaka. Barat melihat islam hanya suatu umat yang selalu terbelakang tanpa adanya kemajuan, sibuk dengan teks-teks kuno, tidak punya peradaban, dan hanya bisa menerima dan meminta. Tetapi harus disadari oleh barat, sebenarnaya mereka hanya melihat satu sisi tanpa memandang kemajuan yang dicapai oleh islam.

Pada zaman sekarang ini yang semuanya serba instan dan mudah sungguh merupakan sesuatu yang luar biasa yang dicapai oleh umat manusia. Pada sekarang ini kita dengan mudah mendapat berbagai informasi dari belahan dunia manapun. Kemajuan dibidang ekonomi sangat membanggakan, dibidang politik tampak lebih transparan, dibidang transportasi semuanya lebih cepat, dan berbagai bidang lainnya semuanya mengalami kemajuan yang begitu dahsayt. Tapi sayang, hampir semuanya itu dikendalikan oleh orang-orang diluar islam, islam hanya menjadi penonton setia yang menyaksikan perkembangan zaman dan hanya sebagai penikmat saja tanpa ada kontribusi yang berarti.

Maka dapat dilihat semua barang yang ada disekeliling kita, semuanya hampir dibuat dan dirancang oleh umat yang ada diluar islam, mulai dari tempat tidur, alat kebutuhan mandi, alat transportasi,alat elektronik, dan masih banyak yang lainnya. Padahal semuanya itu berawal dari kemajuan umat islam pada masa beberapa abad yang lalu, tapi mereka tidak pernah mengakui itu semua. Inilah salah satu tantangan umat islam yang harus diselesaikan secara bersama-sama tanpa adanya memandang perbedaan yang selama ini telah memecah- belahkan persatuan umat.

Perkembangan dan kemajuan sains dan teknologi serta ilmu pengetahuan pada masa sekarang telah berdampak pada bidang informasi dan akhirnya menemukan zaman globalisasi. Ini merupakan tantangan baru bagi umat islam, yang ditakutan bukan zaman globalisasinya tapi yang menjadi ancaman peradaban islam ialah orang-orang yang mengusai alat informasi itu. Sebagaimana kita ketahui bersama,bahwa hampir semua alat informasi dikuasai oleh umat yahudi dan nasrani. Seringkali mereka menggunakan alat informasi untuk menuduh dan menyerang islam, sering kita saksikan diberbagai media yang menyiaran tentang kejahatan, terorisme, keberutalan, yang semuanya dituduhkan kepada islam.

Apalagi setelah berbagai banyak kejadian kejahatan yang bersimbolkan islam, baik itu yang dibuat oleh orang yang mengaku sebagai muslim,maupun yang dibuat oleh mereka orang barat sendiri, sebagai rekayasa untuk menyerang atau memojokan islam. Misalnya kejadian yang menimpa gedung WTC amerika pada tanggal 11 september, pada hari itu terjadi kejahatan sosial yang sangat mengerikan, dimana gedung itu hancur dan runtuh. Dan kejadian ini dituduhkan kepada umat muslim sebagai pelakunya, sehingga makin menambah rasa kebencian barat terhadap islam.

Tetapi, pertanyaanya adalah apakah benar orang muslim yang melakukan itu semua ? atau kalau memang benar, adakah ajaran islam yang mengajarkan hal demikian ?. jawaban orang barat, ya benar bahwa umat islamlah yang melakukannya, tetapi kaum muslimin menjawab, bahwa itu semua merupakan rekayasa barat untuk menuduh dan memperburuk citra islam, mereka relah mengorbankan saudara mereka sendiri,mereka juga menghancurkan gedung yang dibuat oleh mereka sendiri, itu semua mereka lakukan hanya untuk menyerang islam pada sekarang ini. Mereka orang barat mengusai hampir semua alat informasi, lalu mereka suarakan kesemua penjuru dunia bahwa islam telah melakukan kejahatan sosial. Begitulah dunia barat, relah mengorbankan apa saja asal tujuan mereka tercapai.

Persatuan umat islam sangat dibutuhkan dan menjadi kunci dalam keberhasilan memajukan peradaban islam. Tanpa adanya persatuan umat, maka akan menjadi sulit untuk mencapai itu semua. Bahkan dalam Al-Qur’an telah dijelaskan” janganlah kalian bercerai berai”, artinya Allah telah memberi petunjuk untuk mencapai tujuan umat islam dibutuhkan persatuan yang kuat. Dan persatuan umat islam yang kuat inilah, sebenarnya yang paling ditakuti oleh dunia barat, mereka tahu bahwa apabila umat islam bersatu dengan kuat dan kokoh tanpa bisa digoyahkan, maka umat islam akan mencapai kejayaannya kembali seperti yang ada dalam catatan sejarah. Mereka dunia barat tidak ingin kekuasaan mereka diambil oleh umat islam, sehingga mereka berusaha sekuat tenaga dan melakukan berbagai cara untuk memecah-belahkan serta membuat pertikaian dalam umat islam.

Dan dapat kita lihat datangnya Wahabi yang sejatinya bentukan Zionis,Saudi dan Amerika seringkali menyebabkan terjadi permusuhan antar umat islam sendiri, pertikaian antar saudara, perpecahan dikarenakan adanya perpedaan cara pandang, perbedaan mazhab, perbedaan aliran, dan masih banyak yang lainnya. Itu semua merupakan propaganda dan rekayasa orang-orang barat untuk melunturkan dan menghancurkan persatuan umat islam. Dan sekarang umat islam mulai sadar akan pentingnya persatuan umat, dan ini merupakan modal awal untuk mencapai peradaban islam yang sesungguhnya.

Setelah sadarnya umat islam akan kesatuan, maka umat islam mulai bangkit untuk memajukan peradaban islam dengan cara menyadari pentingnya ilmu pengetahuan sebagai tolak ukur kemajuan suatu peradaban. Umat islam saat ini mulai mengkaji kembali berbagai ilmu keislaman dan ilmu pengetahuan. Umat islam mulai berusaha untuk mandiri tanpa bergantung pada barat, maka dapat kita lihat beberapa negara islam maupun negara yang berpenduduk islam barlahan tapi pasti mengalami kemajuan ilmu pengetahuan yang luar biasa. Kita bisa lihat negara Islam Iran saat ini, mereka mengalami kemajuan ilmu pengetahua yang luar biasa tanpa bergantung pada bantuan dunia barat, mereka bisa mandiri dan berani tanpa adanya rasa takut sedikitpun terhadap barat.

Islam saat ini sangat membutuhkan negara-negara islam atau berpenduduk mayoritas islam, untuk berani mandiri seperti Iran saat ini. Tentu sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa Indonesia sebagai negara berpenduduk islam terbesar dunia, memungkinkan atau mempunyai peluang besar untuk mandiri dan berani seperti Iran. Apabila Indonesia berhasil mandiri disemua bidang, maka tentu Indonesia akan lebih hebat dan kaut sebagai negara yang mayoritas islam tanpa harus bergantug pada barat. Dan kemandirian dua negara inilah yang paling ditakuti oleh dunia barat saat ini. Apabila dua negara yang masing-masing berpenduduk mayoritas islam ini bersatu dalam bingkai agama islam, tentu akan menjadi kekuatan yang tak terandingi oleh negara manapun termasuk dunia barat. Islam akan mencapai kejayaannya kembali jika dua hal ini yaitu persatuan umat dan ilmu pengetahuan dijadikan sebagai modal awal dan spirit dalam mencapai peradaban islam

Tinggalkan Balasan

Previous post Untuk Semua Individu yang Sedang Bersemangat “Nyapres”
Next post Siapa Saja Yang Akan Mengganjal Anies?
%d blogger menyukai ini: