Untuk Semua Individu yang Sedang Bersemangat “Nyapres”

Zaenal Abidin Riam

Perhelatan 2024 makin hangat, walaupun masih menyisakan dua tahun lagi, beberapa figur yang punya ambisi memburu kursi RI I nampak mulai pasang kuda-kuda, dari deretan figur tersebut ada juga dari kalangan ketum partai politik yang berniat nyapres, tentu ini merupakan hak konstitusional yang tidak boleh dilarang. Satu hal penting yang perlu diingat bagi figur termasuk ketum parpol yang berniat mencalonkan diri sebagai capres, apa itu? Mengurangi pencitraan dan memperbanyak turun langsung ke tengah masyarakat, menyapa secara langsung warga, menanyakan apa sebenarnya kebutuhan mereka yang perlu dipenuhi.

Tindakan turun langsung ke tengah masyarakat merupakan sebuah keharusan, rakyat sudah jauh lebih melek politik, mereka tidak lagi mudah diperdaya hanya dengan modal pencitraan belaka. Akan jauh lebih baik lagi bila figur yang punya niat nyapres, baik dari kalangan ketum parpol maupun non parpol, telah berbuat secara nyata untuk rakyat sebelum mereka melakukan langkah-langkah untuk maju sebagai capres, hal ini jauh lebih baik dan terlihat lebih alamiah, cara ini juga bisa menghindarkan figur bersangkutan dari asumsi negatif bahwa ia baru sibuk menyapa rakyat saat punya niat untuk maju sebagai capres.

Pencitraan bukan sesuatu yang haram dalam dunia politik, tetapi hanya mengandalkan pencitraan tanpa banyak menyapa masyarakat hanya akan menimbulkan kerugian bagi kandidat, yang ia panen justru bukan popularitas tapi penilaian negatif dari masyarakat, yang ia panen bukan elektabilitas justru elektabilitasnya berpotensi semakin anjlok. Kerugian akan semakin besar bila si kandidat berupaya mencitrakan diri dengan hal-hal yang sebenarnya orang tahu bahwa ia tidak bisa melakukan hal itu, ini model pencitraan yang terlampau dipaksakan, dan hasilnya sering negatif.

Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah menyerap aspirasi dari orang disekitar. Jika ia kandidat non parpol maka penting untuk mempertimbangkan setiap saran dari tim yang mendukungnya. Jika ia ketum parpol maka penting untuk mendengar dan mempertimbangkan pandangan dari seluruh kader partai terkait usaha pencapresan dirinya. Hal ini amat urgen mengingat untuk sukses dalam pencapresan maka banyak pikiran yang harus terlibat, setiap pikiran itu tentu perlu dihargai berdasarkan kadarnya masing-masing, tidak mungkin bisa sukses dalam pencapresan dengan mengabaikan masukan dan saran dari kader partai yang telah berkhidmat kepada partai. “Pilpres adalah hajatan nasional yang perlu dijalani dengan langkah dan cara yang benar”.

Zaenal Abidin Riam
Pengamat Kebijakan Publik/Koordinator Presidium Demokrasiana Institute

Tinggalkan Balasan

Previous post Anies Paling Berpeluang Jadi Presiden 2024-2029
Next post KETAKUTAN BARAT TERHADAP ISLAM
%d blogger menyukai ini: