Dubes Suriah: Ancaman Terorisme Serius, Ukraina Bisa Jadi Idlib Besar Eropa

Riyad Haddad, Duta Besar Suriah untuk Moskow hari Selasa (8/3/2022) memperingatkan pembentukan korps asing di Ukraina dengan mengatakan, “Melakukan tindakan tersebut dengan dukungan Barat, akan memungkinkan teroris menyusup ke Eropa dan beroperasi secara bebas di negara-negara Eropa,”.

“Pasukan asing ini akan yang menggunakan senjata NATO untuk memajukan kepentingan politik negara-negara Barat, tampaknya masih belum memahami bahaya yang ditimbulkan oleh tindakan tersebut terhadap dunia dan peradaban manusia secara keseluruhan,” ujar Dubes Haddad.

Pada hari Senin Menteri luar Negeri Suriah, Faisal Mekdad menyatakan bahwa langkah negara-negara Barat merekrut teroris dari wilayah utara Suriah untuk dikirim ke Ukraina sebagai bukti dukungan mereka terhadap terorisme.

Mohannad al-Hajj, anggota parlemen Suriah, menyinggung taktik yang digunakan oleh pejabat Ukraina untuk memprovokasi NATO dan campur tangan dalam krisis dengan Rusia dengan mengatakan, “Rusia telah mampu mengendalikan situasi dan membuktikan dengan kata-kata dan perbuatan bahwa mereka memenuhi komitmennya,”.

Pakar politik percaya bahwa tujuan utama Amerika Serikat dalam mentransfer teroris takfiri Daesh ke Ukraina demi mewujudkan tujuan Zionis Amerika.

Para teroris yang juga hadir di Suriah dan Irak memasuki Ukraina dengan dukungan Amerika Serikat.

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan awal pembentukan korps yang disebut “Korps Internasional” untuk melawan pasukan Rusia di Ukraina.

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmitry Kolba mengatakan negaranya telah menrima 20.000 aplikasi dari 52 negara untuk berpartisipasi dalam perang bersama tentara Ukraina menghadapi pasukan Rusia.

Tinggalkan Balasan

Previous post Presiden AS Resmi Umumkan Sanksi Migas Rusia
Next post Perwira IRGC Gugur di Suriah, Militer Rezim Zionis Khawatirkan Balasan Iran
%d blogger menyukai ini: