Perumda Paljaya Belum Naikan Tarif Pengelolaan Air dan Limbah ke Pelanggan

Perumda Paljaya Belum Naikan Tarif Pengelolaan Air dan Limbah ke Pelanggan

 

Perumda Paljaya menyampaikan selama 10 tahun terakhir tarif pengolahan air limbah di DKI Jakarta belum mengalami kenaikan. Hal ini diungkapkan oleh Corporate Secretary Paljaya Tanto Tabrani meskipun biaya pengeluaran proses pengolahan air limbah dinilai cukup besar untuk melayani pelanggan.

“ Kekurangan pemasukan dari pengolahan air limbah kami tutupi dengan diversifikasi usaha. Jadi, kami melakukan sistem subsidi silang,” jelas Tanto, Kamis (28/4/2022).

Disisi lain, Direktur Tehnik dan Usaha Paljaya Asri Indiyani menambahkan diperkirakan sekitar 128 kilometer jaringan pipa pengolahan air dan limbah tertanam dibawah trotoar jalan. Saat ini, menurut Asri, pelanggan Paljaya tercatat hingga mencapai 2.400 juta jiwa.

” Kalau dihitung dengan jumlah jiwa, itu ekuivalen dengan sekitar 2,4 juta jiwa,” ucap Asri di kantor Pal Krukut, Semanggi, Jakarta Selatan.

Jasa pengolahan limbah ini melayani kebutuhan rumah tangga dan gedung perkantoran. Kemudian, sebanyak 5 kecamatan yang masuk kedalam Zona 0 (nol) diantaranya meliputi, Setiabudi, Tebet, Senayan, Kebayoran Baru, dan Benhil.

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berada di waduk Setiabudi serta di Kelurahan Karet Semanggi melayani 15 zona, termasuk Zona 0 yang terdapat di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.

Kata dia, melalui jaringan pipa yang luar panjang tersebut, limbah domestik dari rumah tangga dan gedung perkantoran dialirkan melalui ke kedua pipa IPAL itu. Selanjutnya, diolah menjadi air baku yang kemudian dialirkan ke badan air berupa kali atau sungai.

” Dengan proses ini, lingkungan juga menjadi sehat, karena air yang mengalir ke badan air adalah air yang sudah bebas dari limbah domestik dan memenuhi standar baku mutu,” tandas Direktur Tehnik dan Usaha Paljaya.

Namun, Asri juga menjelaskan kapasitas pengolahan IPAL di Karet Semanggi sebesar 100 liter/detik atau setara dengan 8.600 m3/hari. Hal yang sama pun dilakukan Paljaya melalui IPAL yang berada di Waduk Pluit berkapasitas 250 liter/detik atau setara dengan 20.000-21.000 m3/hari.

Adapun, kendala yang dialami Paljaya terkait Perda 5 Tahun 2021tentang Perusahaan Umum Daerah Pengelolaan Air Limbah. Perumda Paljaya sendiri memiliki tugas yaitu mengolah limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun). Keterbatasan tersebutlah kini dihadapi BUMD Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menjalani fungsi sosial dan fungsi komersil. (Dw)

Tinggalkan Balasan