Piyu Padi Apresiasi Upaya Kementan Penuhi Kebutuhan Pangan Nasional

Piyu Padi Apresiasi Upaya Kementan Penuhi Kebutuhan Pangan Nasional

 

Musisi Padi apresiasi ancaman krisis pangan Kementan jawab musisi ternama Indonesia, Satriyo Yudi Wahono atau yang lebih dikenal Piyu mengapresiasi upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional.

Menurut gitaris band Padi Reborn, pertanian saat ini sudah semakin berkembang dan modern. Hal ini terlihat dari tercukupinya bahan pangan terutama beras yang setiap tahunnya mengalami surplus.

” Pertanian kita sudah sangat bagus ya karena beras kita terus surplus setiap tahunnya. Artinya kan kemampuan kita dalam menjaga ketahanan pangan sudah luar biasa. Bahkan mungkin sudah bisa dikategorikan swasembada,” kata Piyu, Senin, 9 Mei 2022.

Piyu mengatakan, pertanian Indonesia dibawah komando Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dinilai mampu menjawab ancaman krisis pangan yang sebelumnya sudah diperingatkan oleh para pakar bahkan lembaga pangan dunia dengan sejumlah keberhasilan.

Di masa pandemi, sektor pertanian di Indonesia justru berkembang dan tumbuh positif. Bahkan menjadi salah satu tulang punggung dalam pemulihan ekonomi nasional.

” Kondisi ketahanan pangan kita saat ini sudah sama dengan kondisi di tahun 1970-an lalu, dimana saat itu pertanian kita sudah swasembada. Sekarang kan kita sudah bisa ekspor beras ke kawasan Asia,” tandasnya.

Sebelumnya Piyu dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko menggelar panen padi dan cabe di Desa Tonatan, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, Senin (25/4).

Piyu mengatakan rangkaian kegiatan panen ini untuk mendukung suksesnya Ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas padi, khususnya dari wilayah Provinsi Jawa Timur.

” Kita ingin Jatim jadi salah satu lumbung pangan nasional,” sambungnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi pada tahun 2020 yaitu sebesar 54,65 juta ton gabah kering giling (GKG), mengalami kenaikan sebanyak 45,17 ribu ton dibandingkan tahun 2019 yang sebesar 54,60 juta ton GKG.

Sementara pada tahun 2021, produksi padi sebesar 54,42 juta ton GKG, mengalami penurunan sebanyak 233,91 ribu ton atau 0,43 persen dibandingkan produksi di 2020. Saat ini, Piyu sendiri mengaku tengah menggeluti pembuatan pupuk organik untuk meningkatkan produksi pangan nasional. Bahkan sebelumnya dia sempat menjajal menanam padi baik di Jawa Timur maupun Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

” Tahun 2007 sempat nyoba tanam padi. Tapi di tengah perjalanan saya mundur karena sibuk dengan musik. Bahkan saat itu saya sempat bikin demplot bersama poktan setempat. Nah sekarang kita rencananya mau mengembangkan pupuk organik dengan pak Bupati Ponorogo,” tutur Piyu. (Dw)

Tinggalkan Balasan