Harga Kambing Kurban di Buaran Jaktim Belum Mengalami Kenaikan

Pasaran harga hewan kurban di Jalan Buaran 2, Durensawit, Jakarta Timur masih dalam batas normal. Diantaranya, harga kambing dan domba hingga kini belum mengalami kenaikan. Diperkirakan seminggu sebelum Hari Raya Idul Adha 1443H harga jual hewan kurban melonjak.

Mat Sani salah seorang pedagang hewan kurban mengatakan harga seekor kambing berkisar mulai dari harga Rp2,5 juta hingga Rp7,5 juta. Bobot berat hewan kurban tersebut tentunya disesuaikan dengan harga jual. Ia juga menyediakan hewan kurban dengan berat 70 kilogram.

” Pasaran kambing untuk sementara kalau Rp2,5 juta hingga Rp7,5 juta. Harga masih stabil belum ada kenaikan nanti menjelang seminggu baru ada kenaikan harga,” terang Mat Sani, Senin (27/6/2022).

Lebih lanjut, kata dia, kambing didatangkan langsung dari Banjarnegara, Jawa Tengah. Mat Sani menjelaskan hewan kurban telah terisi pada hari Jum’at 24 Juni 2022. Hewan kurban yang dijualnya itu telah terjamin kesehatannya.

Untuk tahun ini, dia tidak menjual sapi melainkan hanya kambing dan domba saja. Lapak yang didirikannya ini terletak di samping kantor DPW PPP DKI Jakarta. Soal harga dipastikan masih bisa ditawar oleh calon pembeli. Selain itu, Mat Sani juga melayani pesanan kambing untuk akikah.

” Alhamdulillah sudah dicek kambing sehat tidak ada penyakit. Untuk masyarakat DKI Jakarta jangan khawatir untuk hewan kurban tidak ada penyakit. Yang pasti harga bisa goyang,” ungkap Mat Sani saat menanti pembeli.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar vaksinasi perdana untuk hewan ternak di sentra sapi perah Desa Tanjungsari, Dusun Tanjunganom, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Kegiatan itu juga dilakukan serentak di 18 lokasi lainya yang masuk dalam kategori zona merah.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Nasrullah menjelaskan bahwa pemerintah juga telah menyiapkan Eartag. Earteg atau alat serupa peduli lindungi yang mampu mendeteksi dosis dan berapa kali vaksin yang diberikan.

Alat tersebut sudah diletakan pada bagian telinga hewan dan direncanakan akan dilakukan penandaan 233.300 buah yang dilengkapi dengan Secured QR Code.

” Supaya mengetahui hewan ternak ini sudah di vaksin atau belum, kita sudah menyediakan Eartag, semacam peduli lindungi yang bisa kita scane melalui alat di telinga hewan,” tegas Nasrullah.

Menurutnya, skenario pemberian vaksin diprioritaskan pada sapi perah, sapi bibit dan sapi rakyat. Terutama, kata dia, sapi-sapi yang ada di Pulau Jawa karena memiliki ruminansia terbanyak. Baru setelahnya menuju Sumatera dan wilayah lainnya.

” Semua sudah diatur oleh tim kami untuk melakukan langkah-langkah. Yang jelas hari ini sudah dimulai dan serentak di beberapa wilayah di seluruh Indonesia. Vaksinasi ini akan dilakukan terus-menerus sampai semua hewan-hewan yang tidak terkena itu tervaksinasi,” tandanya.

Perlu diketahui, pemerintah telah menyiapkan vaksin sebanyak 3 juta dosis yang tiba pada 12 Juni 2022 lalu melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten. Kemudian, untuk tahap awal vaksin yang tiba sebanyak 10.000 dosis dan akan disuntikan 800 ribu dosis. (Dw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Masalah Islamofobia di Prancis
Next post Rusia Kecam Upaya Barat Langgengkan Perang di Ukraina