13% Inflasi AS, Hasil Hasutan Perang Pemerintah Biden

 

Sejak Joe Biden memasuki Gedung Putih, tingkat inflasi di Amerika Serikat telah mencapai dua digit, dan dengan kenaikannya menjadi 13%, situasi ekonomi keluarga di negara ini semakin memburuk.

Menurut perhitungan Peter C. Earl, ekonom di Institut Penelitian Ekonomi Amerika, inflasi AS telah meningkat lebih dari 13% sejak pelantikan Biden pada Januari 2021.

Sementara itu, inflasi inti, yang tidak termasuk harga pangan dan energi yang tidak stabil, meningkat hampir 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Upah meningkat hanya 8%, yang secara efektif mengurangi pendapatan kelas menengah Amerika, dan kelompok ini berjuang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti makanan, gas dan sewa rumah.

Kenaikan harga-harga di AS
Dalam pidatonya, Biden telah mencoba untuk mengecilkan inflasi dan menunjuk ke penurunan harga bensin, serta mengklaim bahwa ini adalah tanda bahwa inflasi mulai normal.

Biden mengatakan dalam sebuah pernyataan, “Data hari ini menunjukkan kemajuan lebih lanjut dalam pengurangan inflasi ekonomi AS. Secara umum, harga-harga di dalam negeri sudah stabil dalam dua bulan terakhir. Ini adalah kabar baik bagi keluarga Amerika, dan masih banyak yang harus dilakukan.”

CNN: Inflasi di AS Lampaui Makanan dan Energi

Sekalipun demikian, biaya kebutuhan pokok jauh lebih tinggi daripada ketika Biden berkuasa dan menjanjikan untuk memulihkan kemakmuran kelas menengah.

Menurut ekonom AS Tomas J. Phillipson, kebijakan Biden telah berkontribusi pada “ancaman tiga sisi” dan memukul anggaran rumah tangga.

Menurutnya, Biden telah secara dramatis meningkatkan permintaan dengan kebijakan fiskal. Peningkatan permintaan mendorong kenaikan harga. Dia semakin membatasi pasokan, terutama dalam energi, dan juga di sektor lain. Selain itu, Federal Reserve telah memonetisasi masalah ini dengan mencetak uang.

Terlepas dari kenyataan bahwa para ekonom Amerika mencoba mengaitkan inflasi yang belum pernah terjadi sebelumnya di Amerika Serikat dengan masalah domestik, termasuk kebijakan keuangan dan ekonomi pemerintah Biden, tetapi faktanya adalah bahwa inflasi yang belum pernah terjadi sebelumnya di Amerika Serikat dalam 40 tahun terakhir, terutama inflasi kenaikan tajam dalam harga energi sebagian besar merupakan hasil dari kebijakan dan tindakan pemerintahan Biden dalam konteks perang Ukraina.

Sebenarnya, Joe Biden telah membuat proyeksi tentang ini dan telah memperkenalkan Rusia sebagai penyebab utama situasi inflasi yang tidak terkontrol di Amerika Serikat.

Sejak Joe Biden memasuki Gedung Putih, tingkat inflasi di Amerika Serikat telah mencapai dua digit, dan dengan kenaikannya menjadi 13%, situasi ekonomi keluarga di negara ini semakin memburuk.
Pada awal Juni 2022, Presiden Amerika Serikat, dalam sebuah pernyataan mengenai kenaikan harga yang tiba-tiba di negaranya, mengklaim bahwa memerangi inflasi adalah prioritas pemerintahnya, tetapi “kenaikan harga adalah hasil dari tindakan pemerintah Presiden Rusia, Vladimir Putin”.

Patut dicatat bahwa kebanyakan orang Amerika menganggap presiden negara mereka bertanggung jawab atas peningkatan inflasi. Menurut jajak pendapat, hanya 11% orang Amerika yang setuju dengan Biden bahwa Putin adalah penyebab kenaikan harga di Amerika Serikat.

Tindakan pemerintah Biden dalam embargo energi Rusia, yang dianggap sebagai salah satu pengekspor minyak ke Amerika Serikat, dan efek umum pada pasar minyak internasional telah menyebabkan kenaikan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam harga produk-produk energi seperti bensin dan diesel di Amerika Serikat, dan sebagai hasilnya, peningkatan tingkat inflasi di negara ini.

Dengan sanksi energi Rusia dan mendorong negara-negara Eropa untuk mengadopsi kebijakan serupa, Washington memulai serangkaian tindakan, yang hasilnya adalah penurunan tajam dalam ekspor minyak dan gas Rusia ke Eropa dan kenaikan tajam harga gas.

Mengkhawatirkan! AS dan Eropa Dilanda Inflasi Parah

Selain itu, embargo minyak Rusia tidak membuahkan hasil selain kenaikan harga minyak di pasar internasional, dan akibatnya menyebabkan kenaikan tajam harga bensin di Amerika Serikat, bahkan hingga 6 dolar per galon.

Pemerintahan Biden telah berulang kali menyatakan bahwa inilah harga yang harus dibayar rakyat Amerika untuk apa yang disebut kebebasan.

Presiden AS Joe Biden
Pada saat yang sama, pemerintah Biden telah mengirim miliaran dolar bantuan militer dan senjata ke Ukraina yang telah mencapai sekitar 15 miliar dolar sejauh ini.

Bradley Devlin, analis Amerika dalam sebuah artikel di situs American Conservatory meneliti penyebab bantuan senjata pemerintah AS ke Ukraina untuk memerangi Rusia dan menulis, Tujuan presiden AS adalah untuk membantu kompleks militer dan industri AS di tengah inflasi dan masalah domestik Amerika Serikat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Pengobaran Perang AS di Dunia, Warisan Peristiwa 11 September
Next post BPS Klaim Sepanjang 2022 Ekspor Pertanian Mencapai US$ 3,05 Miliar