Arsip Kategori: opini

Misi Perdamaian Jokowi Gagal?

 

Lawatan Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia setelah menghadiri Undangan G7 selaku Presidensi G20, membawa banyak misi khususnya misi perdamaian Ukraina – Rusia.

Kedatangan Jokowi ke Ukraina, selama masa peperangan, bukanlah kedatangan pemimpin dunia yang pertama kesana tapi pemimpin Asia yang pertama.

Sebelumnya pemimpin Perancis, Jerman, Kanada, Presiden Uni Eropa, Misi PBB dll sudah berdatangan ke Ukraina melalui jalur yang kurang lebih sama.

Tidak ada yang istimewa.
Memang perjalanan Jokowi nampak lebih heroik karena membawa Ibu Riana, dan di dalam negeri perjalanan ini lebih di kapitalisasi secara politis.

Telah banyak bertaburan tulisan dan komentar tentang misi Presiden Jokowi ini yang tidak akan diulang disini, baik yang memuja muji maupun yang mengkritisi.

Tetapi pertanyaan pokoknya adalah apakah misi Jokowi akan berhasil khususnya untuk menghentikan perang Ukraina – Rusia? Rasanya terlalu berlebihan bila kita mengatakan bahwa misi atau kedatangan Jkw akan mampu menghentikan perang.

Konsep perdamaiannya saja kita tidak tahu, atau mungkin tidak ada, atau memang tidak diumumkan ke publik.

Memang banyak yang menduga bahwa perjalanan Presiden Jokowi ini mau menyerupai perjalanan Presiden Suharto ke Bosnia.

Meskipun perjalanan Jokowi nampaknya gagal mengakhiri perang, tetapi bukan berarti gagal keseluruhan setidaknya dunia, seperti dalam konpress Putin, telah mendapat jaminan untuk keamanan rantai rantai pasok pangan dan jalur evskuasi kemanusiaan.

Sebab sekurang kurangnya Jokowi telah menunjukkan upayanya mengamalkan Pembukaan UUD 1945 yaitu mengupayakan perdamaian dunia.

Disamping tentunya dalam rangka menyukseskan posisinya sebagai Presidensi G20.

kembali ke issue pokok yaitu apakah perjalanan Jokowi itu bisa sukses? Rasanya, sekali lagi, sulit untuk berhasil.

Kenapa? Perang Ukraina – Rusia saja, tanpa intervensi asing, sudah menimbulkan masalah yang komplek di dunia.

Antara lain soal soal ekonomi, pangan, keuangan – perbankan, transportasi, pengungsi dll. Masalah masalah ini diperbesar lagi oleh kebiasaan Amerika Serikat dan sekutu sekutunya khususnya sekutu Eropa melalui berbagai embargo dan sanksi sanksi lain khususnya swift perbankan kepada Rusia.

Tanpa sanksi AS pun akibat perang telah berat sekali. Apalagi dengan Amerika Serikat yang telah menghujani sanksi, yang berarti telah memperluas dan memperparah akibat perang.

Sampai sampai akibat sanksi itu telah memukul ekonomi Amerika Serikat sendiri, memukul sekutunya di Eropa sehingga mereka pun mendukung Amerika Serikat dengan setengah hati. Dalam kondisi begini bagaimana Jokowi akan bisa mendamaikan Perang Ukraina – Rusia sebab sebenarnya adalah Perang Ukraina – Rusia dan Amerika Serikat dengan NATO sebagai provokasinya.

Dan Presiden Zelensky entah sadar atau tidak, dengan semangatnya ingin menjadikan negaranya anggota NATO, telah membawa Ukraina kepada pengorbanan yang luar biasa.

Sesuatu yang sejak awal sebetulnya bisa dihindari.

Kini banyak yang menduga, cepat atau lambat, NATO akan bubar dengan sendirinya. Masing masing anggotanya mempunyai kepentingan yang berbeda beda.
Dan Jokowi selamat kembali ke tanah air, urus negeri sendiri khususnya aplikasi2 pembelian BBM, Gas 3 kg dan migor curah yang bikin resah dan gelisah masyarakat.

Jakarta, 1 Juli 2022
Fuad Bawazier

Hajj dan sejarah religiositas manusia

Imam Shamsi Ali

Ada indikasi kuat bahwa haji atau amalan-amalan ritual di Tanah Haram sudah ada sejak awal turunnya manusia ke atas bumi ini. Hal itu terbukti dengan jejak-jejak sejarah kedua orang tua manusia, Adam dan Hawa, yang diturunkan ke bumi ini di sekitar wilayah tanah haram itu.

Belakangan kita ketahui bahwa pertama kali mereka turun atau diturunkan ke bumi ini mereka terpisah. Mereka pun saling mencari didorong oleh rasa “rahmah” (kasih sayang) yang ada pada keduanya. Maka atas kasih sayang Allah mereka dipertemukan di sebuah bukit yang juga dikenal dengan “rahmah” (bukit kasih sayang). Bukit itu memang lebih dikenal saat ini dengan nama “Jabal Rahmah”.

Sudah pasti tidak ada catatan sejarah mengenai mereka berdua. Tidak ada catatan tinta kasat, kecuali narasi-narasi yang berkembang dari waktu ke waktu, yang pada akhirnya seolah menjadi catatan sejarah resmi.

Belakangan disebutkan bahwa Adam sendiri meninggal di kota suci Mekah. Beliau dikuburkan di sekitar “lokasi suci” sekitar Ka’bah. Ada yang menyebutkan bahwa Adam dikuburkan di sebuah lokasi antara Ka’bah dan Sumur Zam-Zam saat ini.

Sementara Hawa melakukan perjalanan hingga ke pinggiran pantai di sebuah daerah di luar kota suci Mekah. Daerah pinggiran pantai itu sekarang dikenal sebagai sebuah kota metropolitan di Saudi Arabia bernama Jeddah. Di sanalah Nenek manusia itu dikuburkan. Bahkan kuburannya hingga kini menjadi salah satu destinasi ziarah kota Jeddah.

Namun demikian, catatan sejarah tentang ritual haji yang paling jelas dalam literasi agama kembali kepada sejarah Ibrahim AS dan keluarganya. Ibrahimlah dan keluarganya, khususnya anak isterinya Hajar dan Ismail AS, yang kemudian menjadi tema sentra dalam pembicaraan tentang haji dan tanah suci.

Ibrahim menjadi sebutan yang berulang dalam membahas tentang haji dan Tanah Haram. Dari Ihram, ke Wukuf, Muzdalifah, Mina, hingga ke Thawaf dan Sa’i. Semuanya tidak terlepas dari sejarah napak tilas Ibrahim AS dan anaknya Ismail AS.

Walau tidak sepopuler Ibrahim, ternyata ada juga riwayat jika Musa AS juga pernah melakukan thawaf di sekitar Ka’bah. Entah kapan dan bagaimana? Memang hanya Allah yang Maha mengetahui.

Tapi yang pasti memang Ka’bahlah dalam sejarah agama yang pertama kali dijadikan sebagai pusat “ibadah”. Karenanya sangat wajar jika manusia secara turun temurun telah menjadikan tempat ini sebagai pusat “peribadatan”.

Al-Quran menyebutkan: “sesungguhnya Rumah (tempat ibadah) yang pertama ditempatkan di bumi adalah yang ada di Bakkah Yang Suci itu” (Al-Quran).

Demikian dalam sejarahnya kita kenal juga bahwa jauh sebelum Rasulullah SAW dilahirkan di Tanah Mekah, kaum Arab dan tetangga-tetangganya telah menjadikan Ka’bah sebagai pusat ritual ibadah mereka. Hanya saja mereka melakukan itu tanpa Syariah (aturan agama) yang benar.

Salah satu yang kita baca dalam sejarah bahwa kaum Arab sebelum Muhammad SAW hadir melakukan thawaf di sekitar Ka’bah dan Da’i di antara Shofa-Marwa tanpa menutup badan.

Demikian seterusnya tempat yang dikenal dengan Tanah Haram ini menjadi pusat peribadatan sepanjang sejarah. Belakangan dengan kehadiran Ibrahim dan putranya Ismail yang mendoakan: “Wahai Tuhan kami, jadikan hati sebagian manusia cinta kepadanya (Mekah)” hal itu semakin mengakar.

Puncak dari semua itu adalah diutusnya Rasul dan Nabi penutup, Muhammad SAW, yang menjadikan praktek ritual bersejarah itu menjadi “hukum” atau Syariah yang baku. Bahkan dalam agama Islam haji menjadi salah satu pilar (tiang) agama itu sendiri.

Karenanya melaksanakan ibadah haji sesungguhnya adalah sekaligus merupakan “napak tilas” perjalanan sejarah “religiositas” manusia. Pusat ketaatan kepada Tuhan bermuara dari pusat dunia yang memang dikenal sebagai “Ummul Qura” (Ibu negeri).

Para ulama menyebutkan jika di sekitar Bait al-Ma’muur di sekitar Arsy Allah malaikat tiada henti melaksanakan thawaf menyembah dan membesarkan Asma Allah. Maka di bumi di sekitar Ka’bah tempat para hamba Allah dari kalangan manusia tiada hentinya menyembah Allah dan membesarkan AsmaNya.

Dengan melaksanakan ibadah haji kita diingatkan kembali perjalanan “keagamaan” dan “ketaatan” manusia kepada Tuhan. Seolah dengan perjalanan haji kita menyegarkan dan membangun kembali komitmen keagamaan dan ketaatan yang telah terjadi sepanjang sejarah interaksi manusia dengan Penciptanya.

New York City, 30 Juni 2022

  • Presiden Nusantara Foundation

Nasib Kabinet Pasca Reshuffle

Presiden Jokowi baru saja melakukan penyegaran terhadap kabinet yang dipimpinnya, total ada dua sosok baru yang mengisi kursi menteri, Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan dan Hadi Tjahjanto sebagai Menteri ATR/Kepala BPN. Selain itu tiga wakil menteri baru menghiasi kabinet, mereka adalah Afriansyah Noor diangkat menjadi Wakil Menteri ketenagakerjaan, Raja Juli Antoni selaku Wakil Menteri ATR/Kepala BPN dan Wempi Wetipo diberi amanat Wakil Menteri Dalam Negeri. Dengan komposisi baru tersebut banyak pihak mempertanyakan akan seperti apa nasib kabinet pasca reshuffle, akankah lebih baik atau justru mundur.

Maju atau mundurnya kinerja kabinet bergantung pada kinerja para menteri, secara ideal posisi menteri semestinya dijabat oleh figur yang memang ahli dalam bidang tersebut, namun dalam realitas politik hal itu susah terwujud, mengapa? Karena dalam penyusunan kabinet posisi menteri merupakan domain politik yang penunjukannya berdasarkan pertimbangan politik, ketika pertimbangan politik yang digunakan maka orientasinya lebih pada berbagi kekuasaan di antara sesama partai koalisi pendukung Presiden, oleh sebab itu politisi yang ditunjuk sebagai menteri pada dasarnya tidak benar-benar ahli di bidang itu.

Demi menyikapi keterbatasan kapasitas menteri maka disiapkan posisi wakil menteri yang dalam sejarah kelahirannya memang dikhususkan kepada orang yang ahli di bidang tersebut, harapannya kekurangan menteri bisa ditutupi oleh wakil menteri yang memang pakar di bidang tersebut. Malangnya dalam perkembangan politik terkini, posisi wakil menteri juga mulai dijabat oleh politisi, tidak lagi sepenuhnya dipercayakan kepada para ahli, akibatnya tidak ada yang menutupi kekurangan menteri yang memang tidak ahli di bidang itu, menteri dan wakil menteri tidak bisa saling melengkapi.

Formasi menteri dan wakil menteri baru nampaknya tidak mencerminkan figur yang memang ahli pada bidangnya, mayoritas diisi oleh para politisi, pertimbangan presiden nampaknya lebih pada pembagian kekuasaan kepada partai yang mendukung Presiden namun selama ini belum mendapat jatah menteri atau wakil menteri. Tercatat PBB, PSI dan PAN mendapat jatah dalam reshuffle kali ini. Jokowi sepertinya lebih memilih menyolidkan koalisi hingga 2024 dengan pembagian jatah menteri dan wakil menteri.

Skema pembagian jatah yang dinilai proporsional menurut Presiden, semakin meneguhkan keyakinannya bahwa pemerintah secara sepihak merasa telah memberikan kesejahteraan bagi rakyat, yang sesungguhnya hanya fatamorgana.

Penulis: Dr. H. Baeti Rohman, MA
Ketua Umum DPN ISQI (Ikatan Sarjana Al-Qur’an Indonesia)

THE MEN’S BIG MOUTH

 

Agustinus Edy Kristianto

Pesan demo 11 April 2022 telah direduksi. Dikecilkan sebatas penjadwalan pemilu. Mahasiswa yang betul-betul menuntut perbaikan justru ditenggelamkan suaranya. Dimanipulasi gambarannya bak anak kecil yang tidak tahu apa-apa. Padahal, di dalam jantung merekalah, suara moral berdegup kencang tentang cita-cita Indonesia: Good Governance. Negara yang adil dan sejahtera. Negara yang tidak dibajak oleh elite bisnis dan politik yang serakah dan korup. Negara yang bersih dari KKN dan benturan kepentingan pejabat.

Kita kerucutkan saja. Mengapa Presiden Jokowi tak menghukum menteri-menteri yang mendorong 3 periode? Mengapa Menko Marives LBP (menkosaurus—julukan populer dari warganet) begitu kuat dan memegang banyak jabatan strategis? Mengapa kontrol kebijakan ekonomi cenderung terkonsentrasi di satu pintu? Siapa saja yang diuntungkan dengan keadaan seperti itu? Apa kondisi yang melatari semuanya? Jika pun pemilu terjadi, apakah mungkin tidak dibajak lagi oleh kekuatan oligarki yang selama Jokowi memerintah semakin kokoh menancapkan taji, sementara masyarakat sibuk saling cibir alias terpolarisasi?

Siapa dan bagaimana ‘presiden yang sesungguhnya’ memerintah?

Orang banyak tahu bahwa bisnis LBP si menkosaurus berawal dari Wisma Bakrie. Sampai sekarang darahnya kuning. Ia menjabat Ketua Dewan Penasihat Golkar. Perusahaannya PT Toba Sejahtra (ganti nama saat ini PT TBS Energi Utama, Tbk. Kode saham: TOBA). Bisnisnya batu bara.

Sejak 2015, ia menduduki jabatan strategis mulai dari Kepala Staf Kepresidenan, Menteri ESDM, Menkopolhukam, Menko Marives, belum lagi jabatan-jabatan lain seperti Koord PPKM, kepala sumber daya air dsb.

Bagaimana ia membangun kekayaan?

Pada 2016, ia tercatat mengempit 99% saham TOBA. TOBA adalah pemegang mayoritas saham Toba Bara Sejahtra sebanyak 72%. Pada November 2016, ia jual 61,79% saham Toba Bara ke sebuah entitas Singapura bernama Highland Strategic Holding Pte., Ltd. Transaksi selesai pada Januari 2017. Mengutip Laporan Keuangan Triwulan III 2021, saat ini Highland adalah pengendali TOBA dengan kepemilikan saham 61,91%. Sementara ada entitas bernama Bintang Bara B.V menguasai 10%, dan PT Toba Sejahtra 10%. Makanya, dalam suatu wawancara, ia berkata kepemilikannya di perusahaan tinggal 10%.

Apakah kita percaya sampai di situ saja? Tentu tidak. Apakah kita usil dengan kekayaan orang? Tidak juga. Ingat, ia adalah pejabat publik dan transaksi itu terjadi ketika ia aktif sebagai penyelenggara negara. Pertanyaannya, Highland itu siapa? Berapa nilai transaksinya? Kenapa badan hukumnya Singapura? Siapa Pemilik Manfaat sebenarnya?

Kecurigaan tentang Highland itu pernah dipersoalkan oleh lembaga internasional Global Witness. Alasannya kepemilikin bisnis oleh pejabat sangat berpotensi konflik kepentingan.

Mengejar siapa Pemilik Manfaat (Ultimate Beneficial Owner) itu bukan usil. Ada aturannya: Perpres 13/2018 yang diteken Jokowi sendiri.

Pemilik Manfaat adalah orang perseorangan yang …. intinya merupakan pemilik sebenarnya dari dana atau saham korporasi. Menurut perpres itu, si Pemilik Manfaat tak harus dia yang mempunyai saham lebih dari 25% atau hak suara lebih dari 25%, tetapi bisa juga orang perseorangan yang “memiliki kewenangan atau kekuasaan untuk mempengaruhi atau mengendalikan perseroan terbatas tanpa harus mendapat otorisasi dari pihak manapun, menerima manfaat dari PT, dan merupakan pemilik dana sebenarnya dari dana atas kepemilikan saham PT.”

Nilai transaksi antara TOBA dan Highland itu tidak terbuka untuk publik. Wall Street Journal mengacu harga saham TOBA saat itu (Rp900/lembar), sehingga nilai transaksi diperkirakan Rp1,119 triliun. Reuters menaksir US$46 juta. Dikatakan bahwa Highland mengambil alih utang Toba Bara ke TOBA sebesar US$25,8 juta sehingga total transaksi diperkirakan US$71,8 juta. Itu persis seperti yang tercatat di LK III 2021 TOBA bahwa Highland mengakui utang kepada TOBA US$25 juta yang harus dilunasi selama 8 tahun dengan bunga 6,25%/tahun. Makanya setiap tahun TOBA dapat income dari pembayaran bunga itu sebesar US$1 juta.

Highland ini misterius. Siapakah orang kaya di atas LBP yang menjadi hidden buyer? Atau jangan-jangan orang TOBA juga?

Berita hanya melansir bahwa Highland dimiliki oleh Watiga Trust. Cukupkah keterangan ini? Tidak. Sebab Watiga hanyalah pengelola investasi institusi/orang yang masuk kategori high net-worth individual yang berkedudukan di Arab Street, Singapura. Pendiri Watiga adalah Matt Richards, fund manager yang fasih berbahasa Indonesia dan cukup aktif bolak-balik Indonesia-Singapura. Matt juga tercatat sebagai direktur Trikomsel.

Namun, terdapat indikasi kuat selain dengan Watiga, peran lain dijalankan oleh perusahaan investasi bernama Lynx Asia Partners, yang juga berbasis di Singapura dan mengklaim mengelola dana US$10 miliar lebih. CEO Lynx adalah Djamal Attamimi. Managing partner Dicky Yordan. Djamal adalah Komisaris TOBA. Dicky adalah Dirut TOBA.

Untuk urusan bursa saham, ada nama Pandu Patria Syahrir sebagai Wadirut TOBA, yang juga Komisaris Bursa Efek Indonesia.

Begitulah lapisannya. Artinya, meskipun hanya tercatat memiliki 10% saham TOBA, bisa jadi menko dimaksud masih menjadi Pemilik Manfaat TOBA (sesuai dengan ketentuan Perpres 13/2018). Dengan demikian potensi benturan kepentingan sangat besar. Itu ditunjukkan misalnya saat ia memblok kebijakan larangan ekspor batu bara pada awal tahun ini, ketika harga batu bara dunia sedang naik.
Jika pun bukan dia, silakan buka big data, siapa orang kaya banget di atas yang bersangkutan sebagai bohir sesungguhnya. Kita mau tahu siapa yang mengendalikan Indonesia sesungguhnya!

Perpres memberikan wewenang kepada pemerintah untuk mengaudit siapa Pemilik Manfaat yang harusnya dilaporkan berkala sekali setahun.

Hal itu penting diungkap, sebab terbukti Presiden Jokowi lemas-lunglai tak berdaya di hadapan mereka. Akibatnya, bisnis mereka lestari dan berkembang biak, dalam posisi yang bersangkutan sebagai pejabat aktif dan akhirnya merembet ke mana-mana yang berpotensi mengusik kepentingan negara.

Buktinya adalah portofolio Lynx Asia Partners mencantumkan perusahaan yang tidak asing di telinga kita.

TOBA, jelas.

Lalu Odin Automotive. Indonesia Battery Corporation (IBC) diberitakan akan mengakuisisi startup mobil listrik Jerman, StreetScooter. IBC adalah holding 4 BUMN yakni Pertamina, Mind Id, PLN, Antam. IBC diberitakan akan masuk ke StreetScooter lewat Odin Automotive. Odin adalah perusahaan asal Luxemburg yang pemegang saham utamanya adalah Stefan Krause, Djamal Attamimi (komisaris TOBA), dan Matt Richards (Founder Watiga).

Investasi Lynx lainnya adalah Amartha. Ini adalah perusahaan fintek (pinjol juga sebenarnya) yang digawangi Andi Taufan Garuda, bekas staf khusus milenial Jokowi, yang kondang karena skandal surat cinta untuk para camat.

Bisnis lainnya adalah perusahaan patungan GOTO (di dalam GOTO ada Astra yang juga semangat membuat kendaraan listrik) dan TOBA bernama Electrum, yang bermitra juga dengan BUMN Pertamina dan WIKA (produsen motor listrik Gesits). Mereka tahu peta, sebab agenda G20 didorong ke transisi energi berkelanjutan dengan pengambangan ekosistem kendaraan listrik.

Sebelumnya kita sudah tahu juga bahkan urusan PCR pun ada mereka, melalui PT GSI. Menkosaurus adalah Koordinator PPKM.

Di GOTO, keponakannya yang menjadi wadirut TOBA menjadi pengurus GOTO.

Rakabu Sejahtra, perusahaan mebelnya Jokowi, berpartner dengan TOBA. Kaesang adalah komisaris dan pemegang 51% saham.

Jadi, begitulah konteksnya. Intensi untuk terus mempertahankan Jokowi sebagai presiden itu nyata adanya, terlepas dari segala bantahan pihak sana.

Sebab, berkuasa itu enak dan perlu.

Kaya raya.

Berkuasa.

Dapat nama.

Dielu-elukan orang dengan tagar #sayabersama bla-bla-bla.

Logis, kan?

Itulah mengapa mereka sampai terpikir untuk mengubah konstitusi.

Salam.

Ukraina adalah Suriah yang Lain (2)

Ukraina adalah Suriah yang Lain (2)
(Dina Sulaeman)

Bagian ini sebenarnya adalah copas dari tulisan saya tahun 2014 yang judulnya “L’Ukraine est une autre Syrie” (Ukraina adalah Suriah yang Lain). Memahami peristiwa 2014 penting untuk mengikuti apa yang terjadi hari ini.


Kerusuhan di Ukraina (2014) terlihat jelas menggunakan template atau cetakan yang sama dengan Suriah. L’Ukraine est une autre Syrie. Ukraina adalah Suriah yang lain.

Kehadiran tokoh Zionis-Prancis, Bernard-Henri Levy, di depan lautan manusia yang memenuhi Maidan –singkatan dari Maidan Nezalezhnosti atau Lapangan Kemerdekaan—di Kiev, menjadi simbol utama kesamaan template itu. Levy adalah seorang makelar perang. Dia dulu memprovokasi masyarakat Barat untuk ‘membantu’ rakyat Suriah menggulingkan Assad (sebelumnya, juga hadir di Libya, di depan para demonstran anti-Qaddafi).

Kini di Kiev, dia berpidato berapi-api, menyeru rakyat Ukraina, “Les gens de Maidan, vous avez un rêve qui vous unit. Votre rêve est l’Europe!” (wahai orang-orang Maidan, kalian punya mimpi yang mempersatukan kalian. Mimpi kalian adalah Eropa!)

Ya, Ukraina memang tengah diadu-domba dengan menggunakan isu Uni Eropa. Sebagian rakyat setuju bergabung dengan UE, sebagian lagi menolak. Pengalaman Yunani yang bangkrut akibat bergabung dengan UE membuat banyak orang sadar, UE dan pasar bebas Eropa bukanlah gerbang kemakmuran bagi rakyat banyak. Hanya segelintir yang diuntungkan,dan para kapitalis kelas kakap Eropalah yang jauh lebih banyak mengeruk laba.

Sebagaimana polisi Suriah yang habis-habisan diberitakan brutal oleh media Barat dan para pengekornya, Berkut (polisi) Ukraina pun mengalami nasib yang sama. Tak ada yang peduli bahwa polisi memang bertugas mengamankan gedung dan para pejabat negara dari aksi-aksi anarkis.

Tak ada yang mencatat (kecuali jurnalis independen) bahwa baik Assad maupun Yanukovich melarang polisi menggunakan senjata mematikan dalam menghadapi demonstran, dan akibatnya banyak polisi yang jadi korban, dipukuli atau kena lemparan batu dan molotov para demonstran.

Gaya para demonstran antipemerintah di Damaskus dan Kiev pun mengikuti ‘cetakan’ yang sama dengan gaya demonstrasi oposisi Mesir, Tunisia, Venezuela, Belarus, Georgia, atau Iran. Mereka memprovokasi polisi, serta menyerang gedung-gedung pemerintah, yang tentu saja mendatangkan reaksi keras dari polisi.

Tak heran, karena mentor mereka pun sama: CANVAS, perusahaan konsultan revolusi yang membina kaum oposan di lebih dari 40 negara. Pentolan CANVAS adalah Srdja Popovic, arsitek gerakan penggulingan Slobodan Milosevic (Serbia) pada tahun 2000. Para pendukung dana CANVAS adalah lembaga-lembaga terkemuka seperti United States Institute for Peace (USIP) yang didanai Kongres AS, New Tactics (didanai Ford Foundation dan Soros Foundation), dan lain-lain.

Foreign Policy melaporkan, selama enam bulan pertama tahun 2012, 40 aktivis oposisi Syria mengadakan pertemuan di Jerman yang dikoordinir oleh USIP untuk merancang bentuk dan agenda pemerintahan pasca-Assad. Tak jauh beda, demonstran Ukraina pun dididik oleh tangan-tangan Amerika.

Pengakuan dari Asisten Menteri Luar Negeri Amerika, Victoria Nuland, memberikan buktinya. Nuland mengatakan, Amerika telah menginvestasikan $5 milyar untuk ‘mengorganisir jaringan guna memuluskan tujuan Amerika di Ukraina’ selain untuk memberikan ‘masa depan yang layak bagi Ukraina.’

Bahkan Menlu Kanada juga mengakui telah memberikan sumbangan ‘luar biasa’ pada sebuah LSM di Ukraina untuk rumah sakit darurat dan peralatan medis. Bantuan itu diberikan tepat sehari sebelum kelompok oposisi bersenjata menyerbu Maidan dan mengakibatkan jatuhnya banyak korban, termasuk tewasnya sejumlah polisi, pada 18/2.

Di Suriah, dengan alasan ‘melawan kebrutalan rezim’, para pemberontak angkat senjata, dan senjata disuplai dari luar negeri. Tak beda jauh, demonstran Ukraina pun angkat senjata. Sebelum terang-terangan angkat senjata, kelompok oposisi di dua negara ini sama-sama menggunakan taktik penembak gelap. Korbannya rakyat sipil, dan dengan segera di-blow up media massa; disebut sebagai korban kebrutalan polisi.

Bila di Suriah, ada Turki yang menikam dari belakang, di Ukraina ada Polandia. Tentu bukan kebetulan bila Polandia dan Turki sama-sama anggota NATO, dan bahkan sama-sama negara yang menyediakan wilayahnya untuk pangkalan militer AS. Turki membuka perbatasannya untuk suplai dana, senjata, dan pasukan jihadis dari berbagai penjuru dunia menuju Suriah; serta merawat para pemberontak yang terluka.

Pada 20/2, PM Polandia menyatakan negaranya telah merawat pemberontak bersenjata dari Kiev, dan bahkan sudah memerintahkan militer dan Kementerian Dalam Negeri untuk mempersiapkan rumah sakit agar bisa menolong lebih banyak lagi.

Suriah terjebak dalam konflik berdarah-darah, yang entah kapan berakhir. Kelompok-kelompok radikal merajalela di berbagai penjuru negeri, menggorok leher orang-orang atas nama Tuhan dan menentengnya dengan bangga di depan kamera. Gedung-gedung bersejarah, pasar-pasar kuno, dan warisan budaya berusia ribuan tahun hancur lebur.

Ukraina tak jauh beda, sebuah negeri dengan keindahan alam yang mengagumkan, menyimpan gedung-gedung kuno eksotis Eropa Timur, dan bahkan ada jejak-jejak panjang kehadiran Islam di sana. Yanukovich memang sudah terguling, tapi konflik belum selesai. Perang saudara sudah di ambang mata.

Bila di Suriah, yang maju ke depan untuk ‘berjihad’ adalah kelompok Islam radikal, di Ukraina ada kelompok-kelompok ultra-kanan. Salah satu kelompok demonstran di Maidan, Ukrainian People’s Self-Defense (UNA-UNSO, organisasi ‘turunan’ NAZI), diketahui dilatih kemiliteran di kamp NATO di Estonia pada 2006. Mereka diajari membuat peledak dan menembak.

Skenario di Suriah dan Ukraina sedemikian mirip, sama miripnya dengan berbagai aksi penggulingan rezim di berbagai negara lain, baik yang berhasil, ataupun gagal. Terlepas bahwa pemimpin di negara-negara itu pantas atau tidak digulingkan, terlalu naif bila kita mengabaikan begitu saja kemiripan skenario ini.

Ukraina adalah negara yang sangat subur, lumbung pangan Eropa, dan tengah membangun kekuatan industri. Tak heran bila Uni Eropa sangat menginginkannya. AS pun menggunakan kekacauan Ukraina untuk melemahkan Rusia, rivalnya di Suriah.

Dan jangan lengah. Alam Indonesia jauh lebih kaya dari Ukraina. Skenario yang sama, dengan isu berbeda, sangat mungkin akan melanda negeri ini dalam waktu dekat. Kecerdasan melihat mana kawan, mana lawan, adalah satu-satunya cara untuk melindungi keselamatan bangsa kita. Persatuan adalah kata kuncinya. Jangan biarkan Indonesia menjadi “une autre Syrie” (Suriah yang lain).


Catatan: akhirnya “revolusi” di Ukraina berhasil menggulingkan pemerintahan yang pro Rusia, dan presiden pro-Barat pun naik berkuasa. Sejak itu konflik berkepanjangan terjadi di Ukraina, sampai sekarang.

**AS sangat berperan dalam memelihara ideologi Nazisme Ukraina ini, ada dibahas di film dokumenter ini:

Foto: Bernard-Henri Lev berpidato di Maidan

FENOMENA DAN MOTIVASI TEROR

Oleh : Drs. Toni Ervianto, MSi

  1. LATAR BELAKANG

 

Aksi teror yang sampai saat ini masih marak di berbagai negara, termasuk Indonesia dapat terjadi karena adanya beragam fenomena yang melatarbelakanginya, termasuk beragam motivasi.

Menurut Laurence Wright, aksi teror dapat dilakukan dengan beberapa motif yang didasari pada niat dan tujuan. Faktor pendorong motivasi teror antara lain pertama, adanya ketidakadilan dalam hal terkait dengan pengelolaan tanah, tidak adanya kebebasan, tidak terpenuhinya hak-hak dasar, serta adanya peluang. Kedua, tantangan untuk menegaskan kembali identitas, status, dan kepemilikan yang sah yang selama ini hilang. Ketiga, untuk melindungi entitas atau kelompoknya yang terancam atau diancam. Keempat, untuk mengembalikan lagi hak-hak mereka yang terdahulu, perlakuan khusus (previleges) dan keuntungan-keuntungan lainnya yang selama ini hilang. Biasanya, motivasi kalangan teroris adalah untuk menghilangkan rasa takut dan ketidakpastian untuk mencapai publisitas maksimum untuk tujuan-tujuan eksplisit.[1]

Motif teroris semakin mantap disebabkan karena adanya prasangka dari diterimanya informasi yang salah, perkelahian jalanan (street brawls) dan seringnya publikasi serta pertemuan. Motivasi kalangan teroris juga bersifat impulsif dan tidak konsisten. Motivasi dasarnya adalah prajurit bayaran atau materialistis, politis, berdasarkan agama (tanpa kesalehan) dan pada umumnya bersifat destruktif atau merusak.[2]

Disamping itu, motif terjadinya teror bisa disebabkan karena ketidak beruntungan, terpinggirkan, diskriminasi, tereksploitasi, dan kemiskinan. Meskipun demikian, terorisme tidak bersifat endemik. Motivasi organisasi teroris yang berdasarkan kepada politik atau ideologi atau agama akan segera disebarluaskan dalam ide-ide dan tindakan-tindakan wajib.[3]

Motif teroris pada dasarnya memiliki dua wajah, yaitu adanya dorongan destruktif awal yang akan menciptakan rasa takut dalam masyarakat sasaran serta serangan militer konvensional. Salah satu perang psikologis adalah merupakan amunisi utama kalangan teroris. Motif juga menggunakan imaginasi orang lain, baik secara langsung atau melalui media. Kecemasan dan ketidakpastian dimanipulasi sehingga membuat korban atau masyarakat membantu para teroris untuk mencapai tujuannya.[4]

Kalau motivasi teroris seperti diungkapkan diatas, kemudian yang menjadi pertanyaan adalah apa perbedaan antara teroris dengan kelompok kriminalitas lainnya. Organisasi kriminal adalah aktivitas kriminal yang dilakukan oleh kelompok atau beberapa orang yang melakukan tindakan kriminal secara bersama-sama, ada strukturnya serta saling berkoordinasi.

Titik pertemuan antara teroris dengan kriminal menurut Makarenko, 2004) yaitu, pertama, teroris mungkin terlibat dalam kegiatan kriminal biasa dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan mereka dan operasi mereka. Almarhum M Syarief (pelaku bom bunuh diri di Masjid Az Zikro Polres Cirebon) dan almarhum Ahmad Yosefa Hayat (pelaku bom bunuh diri GBIS Kepunton, Solo) sebelumnya terlibat dalam tindakan kriminal mencuri di Alfamart dan terlibat dalam aksi-aksi unjuk rasa anti maksiat atau anti pembangunan gereja.[5]

Kedua, organisasi kriminal menggunakan cara-cara kekerasan dan intimidasi kepada pemerintah dan masyarakat untuk mencapai tujuan politik mereka, seperti pembunuhan jaksa penyelidik di Sicilia, Italia, Giovanni Falcone pada tahun 1992 serta kemungkinan pembunuhan jaksa yang mengadili kasus Tommy Soeharto, M. Syafiuddin Kartasasmita pada tahun 2004.

Ketiga, pelaku kegiatan kriminal pada dasarnya dipolitisi dan mengkonversi menjadi gerakan teroris. Contoh, perampokan Bank CIMB Niaga di Medan, Sumut yang dilakukan oleh kelompok Fadli Sadama.

Keempat, kelompok teroris mungkin meninggalkan atau menunda agenda-agenda politiknya dan kembali melakukan tindakan kriminal biasa, seperti perampokan bank di Inggris yang dilakukan oleh kelompok IRA pada tahun 2004.

Kelima, kelompok teroris dan organisasi kriminal mungkin saling bekerjasama dalam pengetahuan dan komoditas untuk keuntungan bersama. “Selama penggerebekan kelompok teroris Aceh, polisi menyita AK47, M16, dan pistol,” kata Deputi Direktur Jenderal Multilateral Departemen Luar Negeri Hadi Hartono di sela-sela Regional Meeting on the Implementation of the United Nations Programme of Action to Prevent, Combat and Eradicate the Illicit Trade in Small Arms and Light Weapons in All Its Aspect, hotel Holliday InnKuta, Kuta, 29/3/2010.[6]

Keenam, organisasi seperti “D Company” di India yang merupakan gabungan dari teroris dan kelompok kriminal yang terlibat dalam  penjualan narkoba, pencucian uang dan peledakan bom di Mumbai pada tahun 1993 yang menewaskan 257 orang.

Dalam rangka menganalisis atau mengetahui tentang kegiatan teror dan kriminal biasa, ada beberapa teori yang bisa dipakai antara lain  teori aktivitas rutin yang dikembangkan oleh Cohen dan Felson sejak tahun 1979, dimana kelompok teroris dalam aktivitas rutinnya bertujuan untuk merubah dunia, sehingga kelompok teroris adalah organisasi politik, sedangkan kelompok kriminal tujuan rutinnya adalah mencari uang, sehingga mereka termasuk organisasi bisnis. Kemudian ada teori asosiasi diferensial yang diperkenalkan oleh Edwin Sutherland pada tahun 1947 yang pada intinya menyatakan, kepercayaan merupakan  kesepatan penting bagi kolaborasi kelompok kriminal dan teroris, sehingga mereka merekrut anggotanya dengan cara hati-hati, terutama diutamakan yang memiliki hubungan keluarga.

Sementara itu, menurut Merton (1938) yang memperkenalkan teori ketegangan (strain theory) menyatakan, aktivitas kriminal dan teroris dilakukan ketika tujuan-tujuan individu tidak dapat dicapai dengan cara-cara yang legal atau tidak melanggar hukum. Namun, ketegangan tidak terkait dengan perbedaan ekonomi, sebab menurut penelitian Sageman (2008 ; 48) menyatakan, banyak teroris yang berasal dari kelompok kelas menengah seperti Umar Farouk Abdulmutallah dari keluarga kelas menengah di Nigeria dan teroris dari Norwegia Andreas Breiving Breiveik juga berasal dari kelas menengah.

Sedangkan berdasarkan resources dependency theory atau teori sumber daya terbatas yang dikembangkan  Pfeffer dan Salancik (1978) menyatakan, organisasi tergantung kepada sumber daya untuk dapat bertahan dan berkembang serta mempertahankan hubungan dengan dunia luar. Sumber daya tersebut bisa sumber daya material seperti senjata, bahan peledak ataupun uang untuk membelinya. Oleh karena itu, sukses tidaknya organisasi kriminal atau teroris tergantung pada kemampuannya untuk mengumpulkan dan mengelola sumber daya miliknya.

Tulisan ini berusaha untuk mereview beberapa kasus teror yang terjadi di Indonesia ataupun di luar negeri yang semuanya dilakukan sesuai dengan motif-motif terorisme dan teori yang terkait dengan terorisme sekarang ini. Meskipun demikian, ada sedikit kritikan dari mantan Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN), Letjen Purn HM Soedibyo yang menyatakan bahwa buku atau bahasan tentang “Terrorism and their motivation” telah mengungkap berbagai macam motif-motif kegiatan teror, namun tulisan ini terlalu berat substansinya, bahasa Inggrisya sulit dimengerti dan tidak cocok untuk kalangan masyarakat umum.[7]

 

  1. Contoh Aksi Terorisme dan Motifnya

 

Kejadian bom bunuh diri oleh mantan anggota Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Cirebon, Ahmad Yosepa Hayat[8] alias Achmad Urip di GBIS, Kepunton, Jebres, Solo,  Jawa Tengah pada 25 September 2011 pada dasarnya disebabkan karena salah dalam menggunakan atau menerapkan jihad, sehingga motivasi utama pengeboman GBIS Solo menurut Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Anton Bachrul Alam, adalah jihad.

Jihad disebut dalam kitab suci Al Qur’an sebanyak 41 kali. Tema “jihad” itu sendiri berasal dari kata kerja yaitu “jahada” berarti usaha, upaya. Derivasinya, jahada, yujahidu, jihad wa  mujahadah. Maka membicarakan jihad berarti membicarakan  juga derivasinya  atau musytaqohnya yaitu ijtihad dan mujahadah. Baik jihad, ijtihad dan mujahadah berasal dari satu akar kata yang bermakna keseriusan dan kesungguh-sungguhan. Berjihad adalah membangun atau mengupayakan sesuatu yang sifatnya fisik maupun non fisik. Ijtihad artinya usaha membangun sisi  intelektualitas manusia, seperti ijtihad para ulama dan kiai dalam forum batsul masail. Mujahadah berarti upaya sungguh-sungguh membangun  sprititualitas manusia.[9]

Ada beberapa kitab yang dikaji di lingkungan pondok pesantren yang membahas tentang jihad yakni kitab I’anah al Thalibin karya Syekh Zain al Din al Malibari, salah seorang ulama dari mazhab Syafi’i yang merupakan syarah atau ulasan detail dari kitab Fathul Mu’in. Menurutnya, al jihad fardhu kifayah marrah fi kulli’am yaitu bahwa jihad itu hukumnya fardhu kifayah dalam setiap tahun artinya kalau sudah ada yang melaksanakan, maka gugurlah kewajiban itu bagi yang lain. Kemudian, ditambahkan jihad itu ada 4 macam yaitu itsbat wujudillah, iqomah syariat’illah, al qital fi sabillillah dan daf’udlarur mas’humin, musliman kana ay dzimmiyan. Jihad itsbat wujudillah menegaskan eksistensi Allah SWT seperti azan, sholat berjamaah, takbir, zikir dan witir. Jihad iqamatu syariat’illah yaitu menegakkan syariat dan nilai-nilai agama seperti sholat, puasa, zakat, haji, nilai-nilai kejujuran, keadilan, kebenaran dan sebagainya.  Jihad al qital fi sabilliah artinya jika ada komunitas yang memusuhi, maka dengan segala argumentasi yang dibenarkan agama bisa berperang sesuai dengan rambu-rambu yang ditetapkan Allah SWT. Jihad daf’u dlarar ma’shumin musliman kana au dzimiyyan yakni mencukupi kebutuhan dan kepentingan orang yang harus ditanggung oleh pemerintah, baik itu muslim maupun non muslim yang bukan musuh. Oleh karena itu, jihad sebenarnya dalam Islam adalah upaya mengayomi dan melindungi orang-orang yang berhak mendapatkan perlindungan, baik muslim atau non muslim. Peristiwa Fath Mekkah merupakan bukti bagaimana umat Islam menempatkan makna jihad sebagai sebuah nilai kedamaian dan kasih sayang.[10]

Namun, menurut Robert Spencer, teror itu merupakan sublimasi keyakinan teologis yang mendalam dari pemeluknya. Teror bukanlah ekspresi sampingan, melainkan ekspresi maha dahsyat yang bersumber dari teks-teks Islam. Mungkin saja di wilayah Islam terdapat kedamaian atau setidaknya tidak terjadi perang, namun Islam sesungguhnya mendeklarasikan perang terus menerus antara orang-orang yang beriman dan orang-orang kafir.[11] Kasus peledakan bom bunuh diri di GBIS Kepunton, Solo, Jawa Tengah membenarkan tesis Spencer ini, namun peledakan bom bunuh diri yang dilakukan M Syarief di Masjid Az Zikro Polres Cirebon cenderung membantah tesis Spencer, karena umat Islam tidak menyerang umat Kristen yang dianggap kafir. Tindakan M Syarief bahkan dilakukan kepada thogut[12] yang dianggap melawan Islam, walaupun dia beragama Islam.

Dewasa ini radikalisme memang banyak datang dari kelompok muslim, hal ini disebabkan antara lain karena: pertama, ketaatan beragama memang menjadi ciri keyakinan banyak golongan muslim. Kedua, adanya falsafah bahwa sesama muslim adalah saudara sehingga harus atau wajib saling membantu. Ketiga, adanya keinginan untuk menerapkan syariat Islam, yang nota bene adalah ajaran Tuhan,  adalah ajaran yang harus dicoba ditrapkan sebagai dasar negara RI. Keempat, adanya keyakinan bahwa musuh golongan muslim adalah golongan Yahudi dan Kristen.

Oleh karena itu, aksi-aksi teror yang pernah terjadi di Indonesia berdasarkan motivasinya dapat dikelompokan antara lain : pertama, sekedar tindakan yang merupakan efek dari keyakinan terhadap agama dengan ssasarannya agama lain, contohnya adalah tindakan bom bunuh diri di GBIS Kepunton, Jebres, Solo, Jawa Tengah pada 25 September 2011.

Kedua, keinginan untuk memberlakukan syariat Islam, dengan sasaran adalah lambang-lambang negara RI seperti diungkapkan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri pada 14 Mei 2010 yaitu berdasarkan hasil interogasi tersangka dan dokumen milik teroris yang berhasil diungkap Polri mereka merencanakan serangan mematikan kepada RI 1, pejabat negara dan tamu negara pada saat upacara 17 Agustus di Istana Negara.

Ketiga, adanya pengaruh teror internasional dengan sasaran simbol-simbol hegemoni orang asing seperti bom McDonald’s Makassar tahun 2002 adalah sebuah peristiwa ledakan bom di restoran McDonald’s tepatnya di Mal Ratu Indah pada 5 Desember 2002 sekitar pukul 18:00 Wita. Ledakan ini berasal dari bom rakitan yang dibungkus wadah pelat baja meledak saat puluhan pengunjung memadati tempat itu untuk buka puasa dan makan malam. Ledakan tersebut menewaskan 3 orang dan melukai 11 orang. Akibat peristiwa itu restoran McDonald’s ditutup selama 5 bulan dan beroperasi kembali pada Mei 2003.

Keempat, kegiatan teror atau pemboman sebagai tindakan balas dendam dengan sasaran alat-alat negara seperti Polisi, contohnya antara lain Sebuah ledakan keras terjadi di halte angkutan umum simpang Sumber Arta, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (30/9/2010). Seorang lelaki, yang belum diketahui identitasnya, dikabarkan terluka akibat ledakan tersebut. Sejauh keterangan yang diperoleh, ledakan itu berasal dari tas yang dibawa lelaki yang kemudian terluka akibat ledakan itu.[13] Kemudian, bom di Masjid Az Zikro, Mapolres Cirebon yang dilakukan M Syarief pada 15 April 2011 dengan korban 25 orang luka-luka dan pelakunya tewas.[14]

Kelima, kemunkinan munculnya radikalisme oleh aliran-aliran lain dengan sasaran golongan yang menjadi rivalnya seperti dalam kasus bentrok agama dll seperti pembangunan gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) tengah berjalan, namun penolakan masih terjadi oleh umat muslim setempat yang menamakan diri Forum Solidaritas Umat Muslim (FSUM) Cinere serta kebaktian 200 jemaat gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pondok Timur Indah, Kota Bekasi, Jawa Barat, terganggu karena diprotes warga muslim yang menolak rencana pembangunan gereja, pada 25 Juli 2011 disebabkan karena pembangunan gereja tidak memiliki izin. Kebaktian dilaksanakan di lahan kosong Kampung Ciketing Asem, Kecamatan Mustika Jaya. Mereka beribadah sambil berdiri di bawah pohon rambutan, setelah awal Juli lalu, Pemerintah Kota Bekasi menyegel sebuah rumah yang biasa mereka gunakan kebaktian di jalan Puyuh Raya, Mustika Jaya, karena tidak mengantongi izin. Tidak hanya gereja yang ditolak, pembangunan masjid juga ditolak seperti di NTT. Wali Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Daniel Adoe, memutuskan menghentikan sementara pembangunan Masjid Nur-Musofir di Kelurahan Batuplat, Kecamatan Alak. Penghentian itu dilakukan karena adanya penolakan dari warga Batuplat terkait pembangunan masjid tersebut. Warga menduga dokumen perizinan pembangunan masjid itu dimanipulasi.[15]

Sementara itu, tindakan teror dalam rangka melawan hegemoni Amerika Serikat dan sekutunya juga pernah terjadi seperti dilakukan oleh kelompok Imam Samudera cs yang terkenal dengan kasus bom Bali. Motivasi utama peledakan bom ini adalah melawan atau anti Amerika Serikat dan globalisasi. Bom Bali terjadi pada malam hari tanggal 12 Oktober 2002 di kota kecamatan Kuta di pulau Bali, Indonesia, mengorbankan 202 orang dan mencederakan 209 yang lain, kebanyakan merupakan wisatawan asing. Peristiwa ini sering dianggap sebagai peristiwa terorisme terparah dalam sejarah Indonesia. Beberapa orang Indonesia telah dijatuhi hukuman mati karena peranan mereka dalam pengeboman tersebut. Abu Bakar Baasyir, yang diduga sebagai salah satu yang terlibat dalam memimpin pengeboman ini, dinyatakan tidak bersalah pada Maret 2005 atas konspirasi serangan bom ini, dan hanya divonis atas pelanggaran keimigrasian. Adapun kewarganegaraan para korban dipercayai adalah Australia sebanyak 88 orang, Indonesia (38 orang), Amerika Serikat (7 orang), Swedia (5 orang), Belanda dan Perancis (masing-masing 4 orang), Denmark, Selandia Baru dan Swiss (masing-masing 3 orang), Brazil, Kanada, Jepang, Afrika Selatan dan Korea Selatan (masing-masing 2 orang), Ekuador, Yunani, Italia, Polandia, Portugal dan Taiwan (masing-masing 1 orang).

Sementara itu, untuk kasus-kasus teror yang terjadi di luar Indonesia juga sering terjadi seperti kasus peledakan sekolah di Oklahoma karena pelakunya sakit hati, penembakan anak-anak sekolah secara massal di Amerika Serikat karena pelakunya stess serta penembakan massal yang dilakukan Andres Breiving Breivik juga karena yang bersangkutan bersifat ultra nasionalis dan anti pendatang.

 

  1. Kesimpulan dan Rekomendasi

 

Semua teori dan motivasi yang mendasari terjadinya perilaku tindakan terorisme dan radikalisme mempunyai contoh masing-masing dalam kasus-kasus teror dan radikal yang terjadi baik di Indonesia maupun di luar Indonesia.

Memerangi radikalisme dan teror bukan masalah yang gampang, karena berdasarkan analisa sebab-sebab sifat radikal di Indonesia banyak sekali, yang paling besar adalah kebodohan dan kemiskinan  yang mencengkeram kebanyakan masyarakat Islam ditingkat bawah. Derajat sifat religius masyarakat Indonesia memang tinggi, sehingga mudah sekali menerima pandangan-pandangan yang bersifat religius untuk menghadapi kehidupannya bahkan untuk mengatur masalah-masalah kenegaraan dewasa ini.

Konsep pluralisme dirasakan sangat menyakiti hati golongan mayoritas Islam yang condong disudutkan sebagai kelompok yang dianggap tidak toleran terhadap golongan minoritas.

Disamping itu, ada kemungkinan teror dan radikalisme di Indonesia disebabkan karena akibat penjajahan yang panjang dan kemerdekaan yang harus dibayar dengan tetesan darah telah mendidik bangsa Indonesia dengan kebiasaan memperjuangkan sesuatu dengan menempatkan kekerasan sebagai salah satu alternatif.

Terkait dengan pemberantasan terorisme dan radikalisme, maka untuk mengisi kekosongan UU Keamanan Nasional dan UU Intelijen yang belum disahkan sampai saat ini, maka perlu disarankan agar Presiden mengeluarkan dekrit yang intinya berisi antara lain memberi wewenang kepada Menko Polkam untuk dengan Ijin Khusus terlebih dahulu dari Presiden melakukan tindakan-tindakan operasional mengah terjadinya aksi-aksi teror dengan motif apapun (seperti yang berlaku di AS dengan sistem sunset policy).

 

*) Penulis adalah alumni Pasca Sarjana Universitas Indonesia.

[1]  Wright, Lawrence “Terrorist and Their Motivation”. H. 50-51.

[2]  Ibid. H. 56

[3] Ibid. H. 59

[4] Ibid hal 62

[5] Wawancara dengan penasehat International Crisis Group (ICG), Sidney Jones, Jakarta, 30 September 2011

[6] Diunduh dari www.detiknews.com, tanggal 29 Maret 2010

[7]  Wawancara dengan mantan Kepala BAKIN, Letjen Purn HM Soedibyo, 1 Oktober 2011

[8]  Keterkaitan Hayat dengan JAT telah ditolak oleh Direktur JAT Media Center, Son Hadi dan Juru Bicara JAT Ngruki Solo, Abdurrahman Baasyir alias Iim.

[9]    Arubusman, Muhyiddin dan Syahdatul Kahfi. (2006). “Terorisme di tengah arus global demokratisasi”, Spectrum. Jakarta. H. 170.

[10]   Zain al Din Malibri, Syeikh “I’anah al Thalibin”. Beirut : Dar Al Fikr, dalam Muhyiddin Arubusman dan Syahdatul Kahfi, “Terorisme di tengah arus global demokratisasi”. Spectrum. Jakarta. 2006. H 171-172.

[11]    Spencer, Robert. (2002). “Islam Unvieled”. Diambil dari artikel “Teror atas nama Islam” ditulis Zainal Abidin Nawawi di Harian Duta Masyarakat,  29 September 2011.

[12]     Pengertian thogut dikalangan aktivis JAT sebenarnya berbeda-beda penafsiran. Ada yang menyatakan PNS, militer, jaksa, dan polisi adalah thogut. Namun, menurut Ustadz Nurdin, anggota JAT di Bima, NTB (dalam elisitasi di Bima, NTB pada 25 September 2011), yang dimaksud dengan thogut bukanlah profesinya, melainkan tindakan kehidupannya yang melanggar Islam. Walaupun dia PNS, polisi atau militer tapi kalau melakukan ajaran Islam dengan baik tidak masuk dalam thogut.

[13]   Diunduh dari situs berita www.detik.com tanggal 30 September 2010

[14]   Diunduh dari situs berita www.detik.com tanggal 15 April 2011

[15] Diunduh dari situs berita www.tempointeraktif.com tanggal 10 Agustus 2011

Angelina Sondakh Ahirnya Menghirup Udara Bebas

Oleh Margono Situmorang

Angelina Sondakh atau yang kerap dipanggil Angie adalah mantan putri Indonesia tahun 2001, juga anggota DPR-RI Partai Demokrat, yang tersandung kasus korupsi dengan masa tahanan 10 tahun, tidak lama lagi akan segera menghirup udara bebas..

Istri dari mendiang Adjie Massaid ini dikabarkan akan bebas dari masa tahanan yang dijalaninya pada tanggal 3 Maret tahun 2022 ini.

Dari konfirmasi wartawan kepada asisten pengacaranya, Khaerudin, yang di hubungi lewat ponselnya membenarkan, “ia mba Angie akan segera keluar” . Balas Krisna yang merupakan pengacara Mba Angie belum bisa di hubungi karena ponselnya berada diluar jangkauan.

Kepastian Angie keluar dari tahanan kami peroleh dari pihak Lapas Pondok Bambu, Jakarta Timur yang enggan mau disebutkan namanya..” Ia ini kabar baik karena Mba Angie tanggal 3 akan bebas keluar tahanan”, jelasnya.

Berita kabar keluarnya ibu kandung Keanu Massaid ini,  mendapatkan apresiasi luas dari masyarakat.

10 tahun silam mendekam dalam penjara bukan waktu yang sebentar. Kendati demikian, penjara tidak selamanya buruk bila pelaku mampu mengambil hikmah dari setiap kejadian buruk yang menimpanya.

Angie adalah wanita yang awalnya di stigma buruk oleh masyarakat karena kasus yang menjerat. Namun Ia mampu mengambil hikmah besar dari masa-masa tahanan yang sangat panjang yang dijalani

Di dalam penjara, Angie yang terbiasa hidup bebas, bisa memilih tidur ditempat yang bersih, kasur empuk dan ruang privasi harus terbiasa berbagi kasur dengan beberapa tahanan lain tinggal dikamar ukuran kecil, pengab, berisik dan harus berbagi 1 toilet untuk beberapa orang

Di awal-awal tinggal di hotel prodeo, Angie menangis tidak tertahan karena ia harus mencium bau BAB seorang tahanan yang menggunakan toilet pada malam hari. Tiada hari hanya menangis yang dilalukan Angie didalam penjara hingga akhirnya ia pun terbiasa dengan situasi buruk itu.

“Manusia itu ternyata bisa beradaptasi dengan setiap keadaan” begitu ungkapan Angie, yang dikutip dari pernyataan sopir pribadinya, mas Igna .

Mungkin ini pas dengan kata-kata motivator Bong Chandra, manusia semakin diperas dengan penderitaan, ia makin kuat, mahal & menemukan jati dirinya

Kata-kata itu tepat karena selama 10 tahun dalam penjara Angie memperlihatkan perubahan positif ayang sangat luar biasa.

Angie makin khusyu menjalani ibadah, belajar mengaji hingga menghafal 15 juz Alquran, mendidik Keanu anak semata wayangnya yang ia tinggalkan saat masih balita

Ia menggerakan tahanan wanita lain dengan berbagai kegiatan positif; membuat kerajinan tangan, membangun perpustakaan, bercocok tanam hingga ikut paduan suara dan lain-lain.

Jiwa aktifisnya sebagai mantan putri Indonesia dan aktifis partai benar-benar menyibukannya berkreasi hingga ia merasa lupa sedang menjalani hukuman penjara.

Anak semata wayangnya kini sudah beranjak dewasa. Keanu kecil oleh Angie didik dengan memenej ayah, ibunya, sopir hingga mas Mudji (adik Adjie Massaid) bergantian merawat buah hatinya itu

Kemampuan manajerial Angie yang jauh dari Keanu benar-benar bisa ia terapkan dengan cerdas. Angie benar-benar sosok ibu dan politisi yang mampu mengelola keterpurukan menjadi berkah dan hikmah yang mengagumkan.

Keadaan Angie di dalam penjara selama ini tertutup dari ekspos media. Dan memang itulah yang di inginkan Angie agar ia fokus, taat  mengikuti semua prosedur hukum yang ia ikuti.

Angie telah memperlihatkan diri sebagai warga negara yang taat menjalani semua proses hukum yang berlaku

Kini Angie akan menjadi pribadi yang baru setelah masa tahanan selama 10 tahun berakhir pada tanggal  3 April 2022 nanti.

Angie akan menghirup udara bebas dan publik sangat mengapreseasi dan bertanya-tanya apa yg akan dilakukan wanita cantik yang telah menggunakan hijab ini setelah menyandang status baru “bebas” di masa-masa mendatang

Siapa Saja Yang Akan Mengganjal Anies?

Oleh  : Nuim Hidayat

Anies Baswedan nampaknya tak terbendung. Hampir tiap provinsi kini sudah ada kelompok relawannya. Aksi-aksi para relawan itu dilakukan dengan spontan dan biaya swadaya. Tidak ada calon presiden lain yang mendapat dukungan melimpah seperti Anies.

Ganjar Pranowo yang diprediksi lawan terberat Anies, kini tersandung kasus Wadas, Purworejo. Meski Ganjar kemungkinan akan dilirik PDIP, tapi ia harus bersaing keras dengan putri kesayangan Megawati, Puan Maharani.

Prabowo dan Sandiaga Uno jauh dari harapan. Prabowo adalah kartu mati. Mayoritas pemilihnya di tahun 2014 dan 2019 sudah beralih ke Anies. Sandiaga juga masih tertatih-tatih. Kedua capres ini hanya popular di kalangan Gerindra. Masyarakat di luar partai ini, malas untuk memilih keduanya.

Bagaimana dengan hasil survei? Jangan terlalu percaya kepada survei Indonesia. Karena mayoritas survei di sini, ada yang membiayai. Alias tidak netral. Hasil survei yang asli biasanya diserahkan kepada kandidat dan dirahasiakan. Hasil survei yang dipublikasi kebanyakan sudah memiliki agenda politik tertentu.

Kembali kepada Anies. Banyak kalangan yang menyatakan bahwa Anies tidak terbendung untuk 2024. Meski demikian, Anies bukan berarti akan mulus melenggang ke 2024. Banyak kelompok yang akan mengganjalnya. Saat ini kelompok-kelompok itu terus bermain.

Siapa saja mereka? Ini diantaranya,

Pertama, PDIP dan PSI. Kedua partai yang sering berseberangan dengan aspirasi umat Islam ini, kini mati-matian mengganjal Anies. Di DPRD DKI Jakarta, mereka terus menerus mempermasalahkan event Formula E yang diselenggarakan Pemda DKI.

Hasto Kristiyanto Sekjen PDIP mengkritik Anies yang hanya memperhatikan jantung kota Jakarta saja. Menurut Hasto, gubernur hanya mengurusi jalan Sudirman dan Thamrin. Sedangkan masyarakat pinggiran Jakarta tidak tersentuh. Hasto juga mengkritik Anies yang membiarkan eskavator banyak menganggur di Jakarta. Menurutnya, di zaman Jokowi maupun Ahok, eskavator itu terus difungsikan untuk mengeruk sungai.

Ramai di media massa saat itu, ketika Ketua Umum PSI Giring Ganesha berpidato menyatakan bahwa Gubernur Anies pembohong. Pernyataan Giring ini diucapkan di forum yang dihadiri Presiden Jokowi. Malangnya pernyataannya itu malah dibelokkan netizen ke Jokowi dan kemudian membuat Giring tercoreng mukanya.

Kedua, geng Cokro TV. Kelompok ‘pendengung’ ini selalu mengopinikan negatif apa yang dilakukan Anies. Dengan jutaan pemirsanya, Cokro cukup efektif dalam mengkampanyekan keburukan Anies. Gubernur DKI ini disorot tentang kebijakannnya untuk event Formula E, kedekatannya dengan Habib Rizieq, tidak ada prestasinya yang menonjol dan lain-lain. Hampir tiap hari channel youtube Cokro TV menggoreng Anies. Kelompok ‘perusak Islam’ ini mengunggulkan Ganjar Pranowo sebagai capres 2024.

Ketiga, konglomerat hitam. Banyak konglomerat yang kecewa dengan Anies. Kebijakan ‘penghentian reklamasi’ di Jakarta adalah hal utama penyebabnya. Selain itu kedekatan Anies dengan Washington juga menakutkan mereka. Konglomerat yang kebanyakan beraliansi dengan pemerintah Cina ini sangat khawatir bila Anies menjadi presiden 2024. Mereka khawatir bisnis dan proyek-proyek mereka dengan Cina terhenti.

Aliansi Anies dengan pemerintah Amerika kemungkinan besar akan menggantikan dominasi pemerintah Cina saat ini. Aliansi Anies ini tentu saja lebih menguntungkan rakyat Indonesia. Karena investasi dari Amerika, Eropa atau Timur Tengah tidak mensyaratkan mendatangkan tenaga-tenaga kasar sebagaimana gaya investasi Cina.

Keempat, Jokowi cs. Kelompok istana saat ini juga tidak nyaman bila Anies jadi presiden. Mereka khawatir agenda-agenda mereka dipotong Anies di tengah jalan. Seperti pemindahan ibukota negara baru, agenda deradikalisasi, proyek-proyek infrastruktur dengan Cina dan lain-lain.

Maka jangan heran bila Luhut, Moeldoko dan kawan-kawannya akan melakukan pengganjalan terhadap Anies. Apalagi Moeldoko pernah menyatakan bahwa ‘kecurangan adalah bagian dari demokrasi’.

Walhasil, Anies dan kelompok pendukungnya harus berjuang mati-matian untuk 2024. Mereka akan menggunakan segala cara untuk mengganjalnya. Dari penggalangan opini, rekayasa survei, pemungutan suara, hingga ‘permainan di KPU’. Kelompok pro Anies harus siaga dari segala lini. Jangan sampai kemenangan Anies nanti dijegal di penghitungan suara.

“The ballot is stronger than the bullet,”kata presiden Amerika, Abraham Lincoln. Ya, dalam pemilu, suara lebih kuat dari peluru. II Nuim Hidayat, anggota MIUMI dan MUI Depok

KETAKUTAN BARAT TERHADAP ISLAM

KETAKUTAN BARAT TERHADAP ISLAM DAN HAL YANG HARUS DI SADARI DAN DI PERBAIKI OLEH KITA SEBAGAI UMAT ISLAM

Di susun Oleh Habib Husain Ali Alhabsyi

Peradaban pada masa kini sangat mengagumkan dan menggiurkan, baik peradaban yang dilakukan atau yang berorientasi pada islam maupun yang berkecimpung dalam kehidupan barat, perkembangan peradaban telah menghasilkan berbagai pencapaian dan dampak pada berbagai segi sendi kehidupan yang pada akhirnya sampai pada cara pandangan dan kepribadian dalam kehidupan masyarakat pada umat manusia. Peradaban antara barat dan islam, telah ada sejak lama, dan masing-masing selalu bersaing untuk memajukan serta mengembangkan peradaban itu pada seluruh penjuru dunia agar selalu bertahan dalam tantangan masa depan peradaban yang semakin sengit.

Dunia barat, sungguh khuwatir akan perkembangan peradaban islam, sebagai salah satu peradaban yang paling berpengauh dalam catatan sejarah, dimana islam pernah meraih serta mencapai puncak kejayaannya pada masa itu yang sering disebut sebagai abad pertengahan atau masa ke-emasan islam. sedangkan barat dalam kondisi yang sungguh memperhatinkan, yang sering disebut sebagai masa kelam dunia barat. Mereka pada waktu itu dalam kondisi serbah ketinggalan, baik di bidang peradaban dan lebih-lebih bidang ilmu pengetahuan, sedngkan islam telah banyak mempelajari berbagai disiplin ilmu serta serta mengembangkannya dengan sangat cepat, sehingga menghasilkan sesuatu yang luar biasa, yang belum pernah dicapai oleh semua peradaban sebelumnya, dan pada akhirnya pencapaian ini berdampak pada peradaan islam yang cemerlang. Inilah sebenarnya yang menjadi kekhwatiran barat terhadap dunia islam, karena mereka takut akan terjadi apa yang telah terjadi pada diri mereka pada masa lalu, dan berusaha sekuat tenaga dan perbagai upaya untuk mempertahankan peradaban mereka yang lebih maju dibanding islam pada masa kini. Walaupun sebenarnya, ini merupakan sesuatu yang tidak beralasan dan tidak rasional. Tetapi pada kenyataannya memang demikian adanya yang terjadi didalam peradaban barat saat ini.

Islam memang pernah mencapai masa kejayaannya dan meraih peradaban yang luar biasa, sehingga dianggap salah satu peradaban yang berkembang paling pesat dan berpengaruh dalam perkembangan peradaban umat manusia. Tetapi islam sekarang harus sadar dan bangkit dalam ketertinggalannya terhadap dunia barat, islam tidak melarang untuk mengingat dan mengenang masa lalu yang menjadi kejayaan islam, tetapi islam sekarang jangan hanya bisa menjadi penonton, dan hanya bernostalgia pada masa lalunya. yang perlu diingat dan disadari oleh umat islam saat ini ialah bahawa islam telah ketinggalan dengan dunia barat.

Peradaban islam saat ini, memang secara jujur dan sadar sungguh memperhatinkan, hal inilah yang membuat saya berpikir sejenak tentang islam. Sebenarnya, yang membuat keadaaan islam saat ini, sama dengan kejadian islam pada masa lalu, permasalahannya ada dalam islam itu sendiri. Sebenarnya kekalahan peradaban islam terhadap barat, bukan karena kehebatan barat lebih baik atau lebih unggul dari islam, bukan juga pikiran barat lebih berlian, tetapi itu semua berawal dari perselisihan dalam islam itu sendiri. Mari kita lihat pada masa kejayaan islam pada masa itu, islam sangat kuat, kokoh, dan lebih maju peradabannya dibanding barat. Barat tidak mampu sedikitpun menggoyah kekuatan islam. Barat tidak segarispun dapat melewati kemajuan peradaban islam. Dan pada akhirnya islam membuat kesalahan sendiri yang terjadi dalam internal islam.

Permasalahan yang terjadi di internal islam, membuat kesibukan yang tak pernah henti dalam islam, sehingga berdampak pada peradaban islam. Dan dapat dipahami sekarang, bahwa kesibukan islam itu telah membuat kemajuan secara otomatis bagi barat, maka untuk mengejar ketertinggalan umat islam terhadap barat saat ini, kita tidak perlu membenci peradaban barat atau berambisi mengalahkan barat, karena kalau kita sudah mampu menyelesaikan permasalahan yang ada dalam internal islam, maka secara otomatis kita umat islam akan dengan sendirinya mencapai kejayaan kembali seperti yang pernah kita raih pada masa lalu. Tetapi kalau kita belum bisa mencari solusi atau jalan keluar dari permasalahan yang ada dalam internal islam, maka kita tidak akan pernah bisa melebihi peradaban barat. Kita harus bersatu dan saling mendukung, bukan seperti selama ini yang hanya berjalan sendiri-sendiri atau kelompok tertentu yang mengaku paling hebat dan paling benar.

Dari sedikit uraian diatas, maka kita dapat mengetahui bagaimana peran penting orang-orang islam sendiri terhadap sesama umatnya, yang bisa menjadi suatu kekuatan yang luar biasa jika umat muslimin bersatu dan saaling mendukung. Walaupun harus kita akui banyak sekali persoalan yang harus diselesaikan umat islam saat ini.

Sebagaimana yang kita ketahui bersama umat islam merupakan salah satu umat terbesar yang ada di dunia ini, tidak diragukan lagi jumlah umat muslim saat ini sudah lebih dari sepertiga penduduk dunia, hampir setiap negara mempunyai umat muslim didalamnya. Kita sebagai bangsa Indonesia yang menganut agama islam dan sebagai umat islam yang terbesar dunia, tidak salah kalau kita ikut bangga dengan ini semua. Tapi sayang, dari jumlah yang sangat besar itu hanya beberapa persen yang benar-benar memahami dan mengerti tentang islam. Dan kebanyakan karena islam doktren atau islam keturunan. Akibat ini semua, sebagai dampak dari kurangnya serta dangkalnya pemahaman tentang islam yang benar, banyak yang melakukan berbagai kejahatan sosial atas nama agama islam. Ada yang melakukan pengeboman dipusat keramaian atas nama jihad, melakukan kekerasan serta penyiksaan atas nama keadilan, ada yang hanya duduk dekat masjid sembari bermalasan dan mengharapkan rasa kasihan dari orang lain padahal islam menganjurkan lebih baik memberi daripada meminta atau tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah, dan masih banyak lagi yang lainnya. Padahal islam tidak pernah mengajarkan kejahatan atau kekejian, bahkan islam sangat melarang dan menentang itu semua. Inilah sedikit contoh dari sekian banyak kejahatan atau kesalahan yang dilakukan atasnama islam.

Kondisi umat islam saat ini sungguh memperhatinkan, seperti kita lihat diberbagai media, baik media elektronik maupun media cetak, tampaknya umat muslim saat ini senang bertikai dan bermusuhan antar sesama muslim sendiri. Berbagai umat islam dengan mengatasnamkan kelompok atau aliran, begitu agrisif dan beringas. Satu sama lain saling bermusuhan dan saling membenci satu sama lain. Umat islam saat ini bagai kucing dan anjing yang saling berebut makanan, seperti elang yang siap mencengkram mangsanya, seperti harimau dan singa yang saling berebut kekuasaan. Dari berbagai sudut dapat dilihat manusia-manusia yang beringas, baik dinegara arab, negara islam, maupun di negara lainnya yang menganut agama islam. Pertikaian dan peselisihan ini disebabkan oleh berbagai latarbelakang, ada karena berbeda mazhab, berbeda cara pandang, berbeda cara beribadah kepada allah, sehingga kita sering mendengar kata-kata yang tidak pantas keluar dasi seorang muslim, baik kata yang berupa cacian, makian, cemoohan, hasutan, maupun kata-kata yang mengkafirkan saudaranya sendiri. Hal inilah salah satu yang sangat disesalkan dari orang-orang yang mengaku sebagai beragama islam. Kalau benar ia sebagai oramg muslim yang baik, pasti kata-kata itu tidak akan mungkin keluar dari mulutnya dan tidak akan pantas ia ucapkan.

Semestinya umat islam saat ini, harus menyadari akan pentingnya persatuan antar saudara, saat ini bukan lagi untuk bertikai atau berselisih paham, sekarang ini waktunya untuk saling berganding tangan dan saling menjalin hubungan ukhwah islamiyah.

Kecintaan kaum muslimin terhadap kegemerlapan dunia yang berlebihan telah tumbuh subur sejak awal islam, artinya sudah cukup lama penyakit ini menghinggapi kaum muslimin. Kecintaan yang berlebihan terhadap dunia inilah yang membuat kemunduran peradaban islam. Kalau kita baca dalam sejarah peradaban islam, kita akan temui bahwa pernah dalam suatu peperangan melawan suku kafir quraiys, ketika kaum muslimin hampir menang dan melihat harta yang sangat banyak, lalu kaum muslimin terpikat pada harta itu, padahal Nabi tidak menyuruh mengambil harta itu, lebih celakah lagi harta itu sebagai tipuan kaum kafir quraiys, sehingga ketika kaum muslimin sedang asyik dan hanyut dalam hamparan harta itu, tiba- tiba kaum kafir quraiys melakukan serangan terhadap kaum muslimin, dan pada akhirnya kaum muslimin mengalami kekalahan akibat terlalu cinta harta dunia dan mengabaikan perintah Nabi saw.

Kaum muslimin sekarang hampir tidak ada bedanya dengan kisah diatas, terlalu cinta dengan kehidupan dunia. Mereka lakukan dengan berbagai cara untuk mendapatkan harta kekayaan, tidak lagi memandang halal haram, baik buruk, merugikan atau menguntungkan orang lain, mereka beranggapan yang penting punya harta, kaya, dan punya kedudukan. Maka tidak jarang kalau kita temui para pejabat yang muslim melakuan shalat jum’at, membayar zakat, naik haji dan ritual-ritual ibadah lainnya, tapi mereka disatu sisi dan dilain kesempatan melakukan korupsi, memeras dan sebagainya yang semua itu dilarang dan tidak pernah dianjurkan sedikitpun oleh islam. Inilah realitas yang terjadi pada masyarakat muslim saat ini. Islam tidak pernah melarang umatnya untuk memiliki harta banyak, kedudukan yang tinggi, tapi itu semua harus didapat dengan cara yang diajarkan oleh islam. Ingat, selama umat islam masih terlalu cinta dunia dan mengabaikan ajaran agama, maka umat islam tidak akan pernah maju, dan peradaban islam tidak akan berkembang kecuali hanya seperti selama ini.

Belakangan ini banyak kejadian-kejadian atau tindak kejahatan yng dilakukan oleh oknum-oknum yang mengaku sebagai islam. Misalnya yang sekarang lagi hebohnya tentang terorisme. Islam menjadi sasaran tuduhan dunia barat, islam dianggap sebagai teroris, maka tidak jarang kalau didunia barat pada umumnya selalu mencurigai orang-orang yang berjubah atau berjenggot panjang sebagai teroris. Memang tidak bisa dipungkiri, bahwa ada orang-orang yang mengakui sebagai muslim, lalu melakukan bom bunuh diri dipusat keramaian, menghancurkan gedung, menembak dengan membabi buta, dan semua itu mereka katakan sebagai jihad fi sabilillah, atau jihad di jalan Allah. Padahal islam tidak pernah mengajarkan tindakan itu, bahkan melarang keras perbuatan dan tindakan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab itu.

Para orang-orang barat atau negara barat pada umumnya masih menganggap islam sebagai agama yang suka dengan kekerasan, agama yang meniru-niru, dan agama yang hanya mengurusi dan sibuk dengan ibadah ritual belaka. Barat melihat islam hanya suatu umat yang selalu terbelakang tanpa adanya kemajuan, sibuk dengan teks-teks kuno, tidak punya peradaban, dan hanya bisa menerima dan meminta. Tetapi harus disadari oleh barat, sebenarnaya mereka hanya melihat satu sisi tanpa memandang kemajuan yang dicapai oleh islam.

Pada zaman sekarang ini yang semuanya serba instan dan mudah sungguh merupakan sesuatu yang luar biasa yang dicapai oleh umat manusia. Pada sekarang ini kita dengan mudah mendapat berbagai informasi dari belahan dunia manapun. Kemajuan dibidang ekonomi sangat membanggakan, dibidang politik tampak lebih transparan, dibidang transportasi semuanya lebih cepat, dan berbagai bidang lainnya semuanya mengalami kemajuan yang begitu dahsayt. Tapi sayang, hampir semuanya itu dikendalikan oleh orang-orang diluar islam, islam hanya menjadi penonton setia yang menyaksikan perkembangan zaman dan hanya sebagai penikmat saja tanpa ada kontribusi yang berarti.

Maka dapat dilihat semua barang yang ada disekeliling kita, semuanya hampir dibuat dan dirancang oleh umat yang ada diluar islam, mulai dari tempat tidur, alat kebutuhan mandi, alat transportasi,alat elektronik, dan masih banyak yang lainnya. Padahal semuanya itu berawal dari kemajuan umat islam pada masa beberapa abad yang lalu, tapi mereka tidak pernah mengakui itu semua. Inilah salah satu tantangan umat islam yang harus diselesaikan secara bersama-sama tanpa adanya memandang perbedaan yang selama ini telah memecah- belahkan persatuan umat.

Perkembangan dan kemajuan sains dan teknologi serta ilmu pengetahuan pada masa sekarang telah berdampak pada bidang informasi dan akhirnya menemukan zaman globalisasi. Ini merupakan tantangan baru bagi umat islam, yang ditakutan bukan zaman globalisasinya tapi yang menjadi ancaman peradaban islam ialah orang-orang yang mengusai alat informasi itu. Sebagaimana kita ketahui bersama,bahwa hampir semua alat informasi dikuasai oleh umat yahudi dan nasrani. Seringkali mereka menggunakan alat informasi untuk menuduh dan menyerang islam, sering kita saksikan diberbagai media yang menyiaran tentang kejahatan, terorisme, keberutalan, yang semuanya dituduhkan kepada islam.

Apalagi setelah berbagai banyak kejadian kejahatan yang bersimbolkan islam, baik itu yang dibuat oleh orang yang mengaku sebagai muslim,maupun yang dibuat oleh mereka orang barat sendiri, sebagai rekayasa untuk menyerang atau memojokan islam. Misalnya kejadian yang menimpa gedung WTC amerika pada tanggal 11 september, pada hari itu terjadi kejahatan sosial yang sangat mengerikan, dimana gedung itu hancur dan runtuh. Dan kejadian ini dituduhkan kepada umat muslim sebagai pelakunya, sehingga makin menambah rasa kebencian barat terhadap islam.

Tetapi, pertanyaanya adalah apakah benar orang muslim yang melakukan itu semua ? atau kalau memang benar, adakah ajaran islam yang mengajarkan hal demikian ?. jawaban orang barat, ya benar bahwa umat islamlah yang melakukannya, tetapi kaum muslimin menjawab, bahwa itu semua merupakan rekayasa barat untuk menuduh dan memperburuk citra islam, mereka relah mengorbankan saudara mereka sendiri,mereka juga menghancurkan gedung yang dibuat oleh mereka sendiri, itu semua mereka lakukan hanya untuk menyerang islam pada sekarang ini. Mereka orang barat mengusai hampir semua alat informasi, lalu mereka suarakan kesemua penjuru dunia bahwa islam telah melakukan kejahatan sosial. Begitulah dunia barat, relah mengorbankan apa saja asal tujuan mereka tercapai.

Persatuan umat islam sangat dibutuhkan dan menjadi kunci dalam keberhasilan memajukan peradaban islam. Tanpa adanya persatuan umat, maka akan menjadi sulit untuk mencapai itu semua. Bahkan dalam Al-Qur’an telah dijelaskan” janganlah kalian bercerai berai”, artinya Allah telah memberi petunjuk untuk mencapai tujuan umat islam dibutuhkan persatuan yang kuat. Dan persatuan umat islam yang kuat inilah, sebenarnya yang paling ditakuti oleh dunia barat, mereka tahu bahwa apabila umat islam bersatu dengan kuat dan kokoh tanpa bisa digoyahkan, maka umat islam akan mencapai kejayaannya kembali seperti yang ada dalam catatan sejarah. Mereka dunia barat tidak ingin kekuasaan mereka diambil oleh umat islam, sehingga mereka berusaha sekuat tenaga dan melakukan berbagai cara untuk memecah-belahkan serta membuat pertikaian dalam umat islam.

Dan dapat kita lihat datangnya Wahabi yang sejatinya bentukan Zionis,Saudi dan Amerika seringkali menyebabkan terjadi permusuhan antar umat islam sendiri, pertikaian antar saudara, perpecahan dikarenakan adanya perpedaan cara pandang, perbedaan mazhab, perbedaan aliran, dan masih banyak yang lainnya. Itu semua merupakan propaganda dan rekayasa orang-orang barat untuk melunturkan dan menghancurkan persatuan umat islam. Dan sekarang umat islam mulai sadar akan pentingnya persatuan umat, dan ini merupakan modal awal untuk mencapai peradaban islam yang sesungguhnya.

Setelah sadarnya umat islam akan kesatuan, maka umat islam mulai bangkit untuk memajukan peradaban islam dengan cara menyadari pentingnya ilmu pengetahuan sebagai tolak ukur kemajuan suatu peradaban. Umat islam saat ini mulai mengkaji kembali berbagai ilmu keislaman dan ilmu pengetahuan. Umat islam mulai berusaha untuk mandiri tanpa bergantung pada barat, maka dapat kita lihat beberapa negara islam maupun negara yang berpenduduk islam barlahan tapi pasti mengalami kemajuan ilmu pengetahuan yang luar biasa. Kita bisa lihat negara Islam Iran saat ini, mereka mengalami kemajuan ilmu pengetahua yang luar biasa tanpa bergantung pada bantuan dunia barat, mereka bisa mandiri dan berani tanpa adanya rasa takut sedikitpun terhadap barat.

Islam saat ini sangat membutuhkan negara-negara islam atau berpenduduk mayoritas islam, untuk berani mandiri seperti Iran saat ini. Tentu sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa Indonesia sebagai negara berpenduduk islam terbesar dunia, memungkinkan atau mempunyai peluang besar untuk mandiri dan berani seperti Iran. Apabila Indonesia berhasil mandiri disemua bidang, maka tentu Indonesia akan lebih hebat dan kaut sebagai negara yang mayoritas islam tanpa harus bergantug pada barat. Dan kemandirian dua negara inilah yang paling ditakuti oleh dunia barat saat ini. Apabila dua negara yang masing-masing berpenduduk mayoritas islam ini bersatu dalam bingkai agama islam, tentu akan menjadi kekuatan yang tak terandingi oleh negara manapun termasuk dunia barat. Islam akan mencapai kejayaannya kembali jika dua hal ini yaitu persatuan umat dan ilmu pengetahuan dijadikan sebagai modal awal dan spirit dalam mencapai peradaban islam

Untuk Semua Individu yang Sedang Bersemangat “Nyapres”

Zaenal Abidin Riam

Perhelatan 2024 makin hangat, walaupun masih menyisakan dua tahun lagi, beberapa figur yang punya ambisi memburu kursi RI I nampak mulai pasang kuda-kuda, dari deretan figur tersebut ada juga dari kalangan ketum partai politik yang berniat nyapres, tentu ini merupakan hak konstitusional yang tidak boleh dilarang. Satu hal penting yang perlu diingat bagi figur termasuk ketum parpol yang berniat mencalonkan diri sebagai capres, apa itu? Mengurangi pencitraan dan memperbanyak turun langsung ke tengah masyarakat, menyapa secara langsung warga, menanyakan apa sebenarnya kebutuhan mereka yang perlu dipenuhi.

Tindakan turun langsung ke tengah masyarakat merupakan sebuah keharusan, rakyat sudah jauh lebih melek politik, mereka tidak lagi mudah diperdaya hanya dengan modal pencitraan belaka. Akan jauh lebih baik lagi bila figur yang punya niat nyapres, baik dari kalangan ketum parpol maupun non parpol, telah berbuat secara nyata untuk rakyat sebelum mereka melakukan langkah-langkah untuk maju sebagai capres, hal ini jauh lebih baik dan terlihat lebih alamiah, cara ini juga bisa menghindarkan figur bersangkutan dari asumsi negatif bahwa ia baru sibuk menyapa rakyat saat punya niat untuk maju sebagai capres.

Pencitraan bukan sesuatu yang haram dalam dunia politik, tetapi hanya mengandalkan pencitraan tanpa banyak menyapa masyarakat hanya akan menimbulkan kerugian bagi kandidat, yang ia panen justru bukan popularitas tapi penilaian negatif dari masyarakat, yang ia panen bukan elektabilitas justru elektabilitasnya berpotensi semakin anjlok. Kerugian akan semakin besar bila si kandidat berupaya mencitrakan diri dengan hal-hal yang sebenarnya orang tahu bahwa ia tidak bisa melakukan hal itu, ini model pencitraan yang terlampau dipaksakan, dan hasilnya sering negatif.

Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah menyerap aspirasi dari orang disekitar. Jika ia kandidat non parpol maka penting untuk mempertimbangkan setiap saran dari tim yang mendukungnya. Jika ia ketum parpol maka penting untuk mendengar dan mempertimbangkan pandangan dari seluruh kader partai terkait usaha pencapresan dirinya. Hal ini amat urgen mengingat untuk sukses dalam pencapresan maka banyak pikiran yang harus terlibat, setiap pikiran itu tentu perlu dihargai berdasarkan kadarnya masing-masing, tidak mungkin bisa sukses dalam pencapresan dengan mengabaikan masukan dan saran dari kader partai yang telah berkhidmat kepada partai. “Pilpres adalah hajatan nasional yang perlu dijalani dengan langkah dan cara yang benar”.

Zaenal Abidin Riam
Pengamat Kebijakan Publik/Koordinator Presidium Demokrasiana Institute